
Ilustrasi teknologi kecerdasan buatan. (Miles IT)
JawaPos.com - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan ancaman keamanan siber membuat kemampuan menggunakan teknologi saja semakin tidak cukup. Generasi muda perlu memahami cara kerja teknologi, mengenali risikonya, sekaligus memiliki pengalaman langsung untuk menguji bagaimana AI dan sistem keamanan digital bekerja.
Kebutuhan tersebut mendorong pembelajaran teknologi bergeser dari sekadar teori menuju pengalaman yang lebih interaktif. Peserta tidak hanya diajak mendengar penjelasan mengenai AI atau cybersecurity, tetapi juga mencoba berbagai simulasi, tantangan, dan eksperimen dalam lingkungan yang terkontrol.
Pendekatan itu menjadi salah satu konsep yang diusung dalam CIPHER 2026, festival teknologi yang mempertemukan bidang Artificial Intelligence (AI) dan Cyber Security dalam satu ekosistem pembelajaran.
Festival tersebut mengangkat tema 'Ecosystem Protocol – An Ecosystem that Thinks, Builds, and Grows Together'. Kegiatannya mempertemukan mahasiswa, akademisi, praktisi, komunitas teknologi, hingga masyarakat umum untuk mengeksplorasi perkembangan teknologi digital.
Belajar Cbersecurity dengan Simulasi
Salah satu persoalan dalam pendidikan keamanan siber adalah bagaimana memberikan pengalaman praktik tanpa mengabaikan aspek keamanan. Karena itu, pembelajaran berbasis simulasi menjadi penting agar peserta bisa memahami cara kerja serangan maupun pertahanan digital tanpa berhadapan dengan sistem nyata.
Dalam CIPHER 2026, pengalaman tersebut dikemas melalui Hive Cyber Security yang terbagi menjadi tiga area, yakni Red Team Hive, Blue Team Hive, dan Physical Security Hive.
Red Team Hive memperkenalkan perspektif offensive security melalui sejumlah tantangan simulasi. Peserta dapat mempelajari keamanan aplikasi web dan mobile hingga melakukan analisis aplikasi untuk memahami bagaimana kerentanan ditemukan dan dianalisis.
Sementara itu, Blue Team Hive membawa peserta ke sisi pertahanan. Aktivitasnya mencakup data recovery, investigasi digital forensic, analisis log, hingga malware analysis.
Dari sana, peserta dapat melihat bahwa keamanan siber bukan sekadar persoalan mencegah serangan. Prosesnya juga mencakup kemampuan menemukan aktivitas mencurigakan, mengumpulkan bukti digital, menganalisis sistem, dan memahami pola kerja sebuah ancaman.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022