
Sam Altman mengatakan pendekatan OpenAI terhadap aturan keselamatan AI berbeda jauh dari perusahaan pesaing (The Guardian)
JawaPos.com - CEO OpenAI Sam Altman mengatakan dunia perlu menerima sebagian dampak buruk kecerdasan buatan (AI) demi manfaat yang jauh lebih besar. Dalam wawancara dengan Politico's Decoded, dia menyebut peretasan, penipuan, penyalahgunaan, dan risiko lain sebagai konsekuensi yang menurutnya tidak realistis untuk dihapus seluruhnya.
Dilansir dari The Guardian, Selasa (6/10/2026), Altman menegaskan perbedaan OpenAI dengan kelompok yang mendorong keselamatan AI lebih ketat. "Menurut saya, terdapat perbedaan pandangan yang sangat lebar," katanya. Dia menilai masyarakat harus menerima sebagian hal buruk demi manfaat AI dan kebebasan masyarakat untuk menggunakannya secara luas.
Dia juga membela pendekatan regulasi yang lebih longgar. "Saya memang berpandangan bahwa sikap regulasi yang lebih ringan yang kami anjurkan berarti menerima kenyataan bahwa sejumlah hal buruk akan terjadi ketika masyarakat membangun ketahanan," ujarnya. Menurut Altman, manfaat AI akan jauh melampaui kerugiannya.
"“Saya tidak akan memilih kesepakatan yang menjamin tidak ada peretasan besar, tidak ada penyalahgunaan teknologi, tidak ada penipuan, atau hal buruk lainnya," kata Altman. Dia beralasan masyarakat akan mendapatkan "jauh lebih banyak manfaat daripada keburukan AI." Sikap itu muncul ketika Anthropic justru menyerukan perlambatan pengembangan AI.
Perdebatan tersebut segera berubah menjadi persoalan politik. Gubernur Florida Ron DeSantis menolak jika perusahaan teknologi diberi keleluasaan menentukan sendiri batas risiko AI yang harus diterima masyarakat.
"Saya tidak setuju dengan gagasan bahwa segelintir oligarki teknologi dapat membuat keputusan itu untuk kita semua," kata DeSantis. Pemerintah Florida pekan lalu juga meminta pengadilan melarang OpenAI mengembangkan model AI baru tanpa pengaman yang telah disetujui pihak ketiga.
Kritik lainnya juga langsung muncul setelah pernyataan Altman. Gary Marcus, akademisi dan pengkritik AI, menilai sikap tersebut pada dasarnya meminta masyarakat menerima dampak buruk AI agar perusahaan teknologi dapat terus memperluas kekuasaan dan keuntungan.
Dia menyindir Altman dengan mengatakan bahwa CEO OpenAI itu "mengatakan secara terang-terangan hal yang selama ini disembunyikan: terima saja, agar kami bisa menjadi lebih kaya raya dan berkuasa."
Sementara itu, dalam wawancara berbeda dengan Vanity Fair, Altman kemudian kembali menyinggung hubungannya dengan Elon Musk, yang turut mendirikan OpenAI pada 2015.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022