
Ilustrasi logo Meta AI. (Yves Herman/Reuters)
JawaPos.com - Perusahaan teknologi, Meta, diminta untuk menjelaskan dugaan penghapusan konten kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada platform miliknya, sekaligus mempertanggungjawabkan informasi yang dihasilkan oleh Meta AI.
Ketua Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Kunto Adi Wibowo, menegaskan, bahwa Meta tak bisa lari dari tanggungjawab saat produk AI miliknya memberikan informasi yang belum terverifikasi.
Adapun pernyataan Meta sendiri berkaitan dengan screenshot yang menampilkan adanya percakapan Meta AI yang menyebutkan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meminta pembatasan konten terkait karhutla.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid sendiri telah membantah adanya permintaan tersebut.
Menurut Kunto, Meta AI bukan sumber kebenaran yang mutlak dan jawabannya bukan pernyataan resmi dari Meta. Teknologi AI generatif masih memiliki keterbatasan dan sangat mungkin menghasilkan informasi yang keliru.
"Kalau sebuah mesin menyebut ada permintaan pembatasan konten dari pemerintah, pertanyaannya sederhana, apa buktinya? Mana dokumen atau dasar keputusan yang bisa diverifikasi?" ujar Kunto dalam keterangannya, Jumat (23/10).
Menurutnya, fenomena halusinasi AI memang memungkinkan mesin menghasilkan jawaban yang tampak meyakinkan meskipun tak didukung fakta.
Bahayanya, risiko semakin besar jika pengguna menganggap jawaban AI sebagai informasi resmi dari perusahaan pengembangnya.
Dia menegaskan, persoalan ini juga memperlihatkan tanggung jawab Meta dalam pengembangan teknologi yang bisa memengaruhi persepsi publik.
Perusahaan dituntut memastikan pengguna untuk memahami keterbatasannya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

4 Keunggulan Introvert yang Kini Justru Diinginkan oleh Banyak Orang Pada Era Modern
Jokowi Dikabarkan Deklarasi jadi Ketum PSI Awal November, KDM Disebut Ikut Pindah Gerbong
4 Faktor yang Membentuk Kepribadian Introvert Menurut Penjelasan Psikologi
5 Kiat Introvert Menjadi Pemimpin Tangguh Tanpa Harus Mengubah Sifat Alami
Kenaikan Target Bansos 2026: Kemensos Wajibkan Registrasi Ulang Wajah
Dari Proyek Televisi ke Liga Champions, Kisah Mirwan Suwarso dan Como 1907
KDM Dikabarkan Bakal Masuk PSI dan Duet dengan Gibran pada Pilpres 2029 Mendatang
Manajer Persipura Pasang Target Tinggi, Enam Poin Jadi Harga Mati di Dua Laga
Prediksi Skor Sevilla vs Osasuna: Los Rojillos Bidik Poin, Rekor Arrasate Jadi Ancaman!
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs PSM Makassar: Juku Eja Paksa Berbagi Poin!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022