
Potongan gambar hoax tentang kepala ikan yang disebar lewat Facebook Page Mejiku
HOAX yang satu ini pasti bukan dibuat penjual nasi padang. Atau penjual sup kepala ikan Batam. Ya, belakangan banyak beredar disinformasi soal bahaya makan kepala ikan. Katanya, kepala ikan mengandung racun ciguatoksin.
Jawa Pos menemukan informasi itu dari fans page Facebook Mejiku. Fans page tersebut diikuti 712.190 pengguna Facebook. Di antara konten-konten yang disebarkan situs tersebut, banyak yang diragukan kebenarannya. Mayoritas yang dibagikan adalah link tulisan dari blog ragamberita.com. Mungkin fans page Mejiku dan blog itu dikelola orang yang sama.
Salah satu konten yang disebarkan adalah bahaya makan kepala ikan karena mengandung ciguatoksin. Racun tersebut berasal dari dinoflagellata, yakni mikroorganisme laut yang menempel dan tumbuh pada karang mati. Ciguatoksin akan terakumulasi dalam kepala dan sisik ikan.
Menurut blog tersebut, salah satu ikan yang berbahaya dan sering dikonsumsi masyarakat ialah kerapu. Blog itu mengatakan, informasi tersebut diperoleh dari booklet Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Secara umum, informasi yang disampaikan blog itu hoax parah," ujar Aquaculture and Fisheries Improvement Manager WWF Habib Abdullah. Menurut Habib, ciguatera yang menyebabkan ciguatoksin hanya terjadi kalau ada red tide atau alga bloom.
Selain itu, alga bloom terjadi di daerah tengah laut. Alga bloom tercipta karena nutrient dari dasar laut teraduk dan terbawa ke permukaan, kemudian mendapatkan cukup sinar matahari. Akibatnya, jumlah fitoplankton dan zooplankton meledak. Itulah yang akhirnya disebut red tide.
Kejadian red tide itu banyak ditemukan di Florida, AS, dan Selandia Baru. "Di Indonesia jarang ada red tide," jelasnya. Lantaran red tide terjadi di tengah laut, tidak semua ikan karang mengandung ciguatoksin. Karena itu, minim kemungkinan ikan karang yang berada di pesisir terkena ciguatoksin.
Dari penelusuran yang dilakukan Jawa Pos, kemungkinan blog ragamberita yang mengunggah tulisan tersebut terinspirasi dari artikel salah satu portal berita mainstream. Ya, sebuah portal berita mainstream pernah membuat tulisan yang sama pada 30 Mei 2016. Sedangkan blog ragamberita mengunggah tulisannya pada 9 Januari 2018.
Tulisan yang dibuat media mainstream itu sumbernya hanya sebuah blog. Yakni lintaskesehatan.com. Dari konfirmasi yang didapat dari BPOM, booklet yang dimaksud sebagai referensi tentang ikan berbahaya memang pernah dibuat. Tapi lama sekali dan sudah dimusnahkan.
---
FAKTA
Sangat kecil kemungkinan ikan karang di kawasan pesisir, seperti di Indonesia, yang mengandung ciguatoksin.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
