Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 April 2020 | 23.48 WIB

Sebar Hoaks Pakai Video Erupsi Anak Krakatau 2018

Photo - Image

Photo

LETUSAN Gunung Anak Krakatau pada Jumat (10/4) langsung diikuti hoax. Tiba-tiba beredar video letusan gunung berapi yang sangat dahsyat di Twitter dan diklaim sebagai erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa hari lalu. Salah satu penyebarnya adalah pemilik akun @syafiqtricky.

”Breaking: Bencana alam dipertengahan #COVID19 Segitiga ganda mengarah ke kanan. Gunung berapi anak krakatau meletus kembali. Segitiga ganda mengarah ke kanan. Imej satelit, VAAC Darwin menangkap abu dari letusan setinggi 15 km ke udara.” Begitulah penggalan narasi yang diunggah pada 12 April 2020 (bit.ly/DitengahCovid).

Video berdurasi 20 detik itu menampilkan letusan gunung berapi di malam hari dalam gerak lambat. Tampak debu dan awan hitam terlontar ke udara, dibarengi lelehan lava pijar yang menutup hampir seluruh permukaan gunung. Letusan itu juga menimbulkan petir yang menyambar beberapa kali.

Saat dikonfirmasi, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BNPB Agus Wibowo menyangkal bahwa video yang diunggah akun @syafiqtricky merupakan rekaman peristiwa letusan Gunung Anak Krakatau lalu. Menurut Agus, tubuh Gunung Anak Krakatau yang meletus tahun ini pendek dan cenderung landai. ”Kondisi sekarang itu gunungnya lebih landai. Tidak setinggi 2018. Video itu asapnya juga vertikal ke atas, tidak sesuai dengan letusan kemarin,” jelasnya kemarin (12/4).

Memanfaatkan situs padanan gambar, Jawa Pos menemukan video serupa di kanal YouTube Photovolcanica. Kesamaan terlihat dari model letusan, asap yang membubung tinggi, hingga model guguran lava pijar. Kanal itu mengunggah video dengan judul Krakatau Volcano Volcanic Lightning two Months before 2018 Tsunami.

Artinya, video yang diunggah akun @syafiqtricky itu lawas. Sebab, kanal tersebut mengunggah video itu pada 28 Oktober 2018. Aktivitas vulcanian/strombolian tersebut diabadikan dari pulau terdekat anak Gunung Krakatau, yakni Pulau Rakata. Anda dapat melihatnya di bit.ly/Letusan2018.

Fakta lainnya, Jawa Pos menemukan penjelasan erupsi Gunung Anak Krakatau berdasar pantauan CCTV lava 93 milik Kementerian ESDM pada 11 April 2020, pukul 00.06 WIB, di halaman Facebook BNPB. Akun tersebut melampirkan lima buah tangkapan gambar CCTV. Tampak situasi erupsi jauh berbeda dengan video yang diunggah akun @syafiqtricky. Anda dapat melihatnya di bit.ly/CaptureGAK.

FAKTA

Video letusan gunung yang diklaim akun Twitter @syafiqtricky sebagai aktivitas letusan Anak Krakatau di tengah pandemi Covid-19 merupakan video lawas. Video serupa diunggah kanal YouTube Photovolcanica pada 2018, direkam dari Pulau Rakata dua bulan sebelum tsunami di Selat Sunda.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=zXyT9kCL_-E

https://www.youtube.com/watch?v=y9tWiPxnfoM

https://www.youtube.com/watch?v=Ov01DNM8CVU

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore