
Photo
KABAR viral kadang tak terlepas dari tambahan informasi yang sembarangan. Misalnya, informasi yang beredar melalui rekaman amatir yang menyebut pesepeda angin dibegal lantaran sepedanya seharga Rp 250 juta. Katanya, korban merupakan anak dari pengusaha Maspion.
”Anaknya Maspion naik sepeda yang harganya 250 juta... dibacok tangannya....sepedanya diambil.” Begitu keterangan yang menyebar melalui Twitter dan Facebook. Salah satunya disebarkan pemilik akun Twitter @Shintar78160014 Rabu (27/10) (bit.ly/250Juta).
Di Facebook, informasi itu disebarkan akun Fangz Wijaya yang menyebut korban pembegalan adalah bos Maspion. ”Bos Maspion naik sepeda. Tangannya ditebas sama perampok sampai putus. Sepedanya diincar seharga 250 jt,” tulis akun tersebut sembari menge-tag berbagai akun kemarin (27/10) (bit.ly/BosMaspion).
Tentu informasi itu jadi ganjil. Sebab, dua informasi sebelumnya menyebut informasi berbeda, yakni anak dan bos. Bahkan, ada kabar yang beredar melalui WhatsApp yang menanyakan pembegalan terjadi di Surabaya atau Sidoarjo.
Saat Jawa Pos meminta konfirmasi, Koordinator Bike to Work Surabaya H.A. Restia menyatakan bahwa kejadian bukan di Surabaya ataupun Sidoarjo. ”Bukan. Kejadian di tanjakan Bintaro Loop. Saya dapat informasi itu sepekan lalu pada 20 Oktober 2021,” ujar perempuan yang kerap disapa Tante Tia tersebut.
Dia mengungkapkan, informasi itu viral beberapa hari terakhir. ”Semoga ini jadi pelajaran dan lebih berhati-hati. Semoga segera pulih,” tuturnya.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Gatot Repli Handoko menjelaskan bahwa insiden itu murni kecelakaan. Tak ada kaitan dengan kriminalitas. Selain itu, lokasi kejadian bukan di Surabaya. Pihaknya telah melakukan pengecekan, baik di Surabaya maupun Sidoarjo. ”Tidak ada laporan kejadian tersebut. Hasil cari informasi dari jajaran, terjadi di Tangerang,” katanya kemarin.
Disinggung tentang korban yang berkaitan dengan PT Maspion, Gatot menegaskan bahwa informasi itu juga hoax dan menyesatkan. ”Kami sudah konfirmasi dengan Maspion. Itu hoax. Nggak ada soal anaknya atau bosnya. Jangan percaya,” tegasnya.
Terkait dengan kronologi, Gatot mengungkapkan bahwa korban bersepeda secara peleton. Berdasar informasi, saat berada di tanjakan flyover, korban melaju pelan. Namun, karena tak menguasai keadaan, korban sempat menyenggol sepeda di depannya. Kemudian, korban oleng dan dari belakang ada dua pesepeda yang melaju dengan kecepatan tinggi. Lantas, korban terjatuh setelah tersenggol dan ditabrak pesepeda lainnya. ”Informasi yang kami terima, tangan kirinya patah, kemudian dibawa menuju RSPI Bintaro,” ungkapnya.
Gatot mengajak masyarakat lebih selektif dengan informasi yang beredar agar tak menyebarkan informasi yang belum valid. ”Lebih selektif lagi jika menerima informasi itu. Cari dulu. Jika tidak tahu, lebih baik tidak di-posting,” tuturnya.
FAKTA
Kecelakaan sepeda dengan korban jatuh terjadi di tanjakan Bintaro Loop, Tangerang. Insiden itu murni kecelakaan. Tak ada kaitan dengan kriminalitas maupun Maspion.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022