
RAPI: Rimbunan bambu yang berjajar di Boon Pring, Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. (DARMONO/JAWA POS RADAR MALANG)
Namanya Boon Pring. Bisa jadi, itu singkatan dari Kebun Pring atau Kebun Bambu. Tempat tersebut menyajikan wisata air dengan rerimbunan bambu di sekelilingnya. Wisata yang sudah memberikan banyak manfaat bagi warga sekitar.
---
EMBUSAN angin segar datang dari rimbunnya pepohonan bambu di ekowisata Boon Pring. Wisata yang menyuguhkan panorama alam dan airnya itu memiliki luas sekitar 36,8 hektare. Destinasi tersebut terletak di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.
Konsepnya sangat sederhana. Wisatawan diajak menikmati keindahan tersebut dengan salah satunya berperahu. Adanya wisata itu sangat berpengaruh bagi kehidupan masyarakat di Desa Sanankerto. Mulai menjadi pegawai di kawasan wisata hingga pedagang di sepanjang jalan destinasi tersebut.
Direktur BUMDes Kerto Raharjo Syamsul Arifin menjelaskan, pengelolaan uang untuk Boon Pring ditata sejak awal. Dia mencoba dengan penguatan sistem secara akuntansi.
”Saya tahu ke depan Boon Pring akan besar. Jadi, kami tata pengelolaan uang sebaik-baiknya,” jelasnya.
Dari segi pertanggungjawaban pun, kata Syamsul, tiga bulan sekali ada kontrol dari pengawas intern yang terdiri atas perangkat desa. Setelah enam bulan, baru pengelolaan keuangan dilaporkan secara resmi ke komisaris.
Selain itu, dia menjelaskan omzet yang didapat selama tiga tahun. Pada 2017 omzet yang didapat Boon Pring Rp 994 juta (10 bulan). Pada 2018 omzet yang diperoleh Rp 2,8 miliar (1 tahun) dan pada 2019 omzet yang didapat Rp 4,3 miliar (1 tahun).
”Pada 2017 PAD yang kami berikan sekitar Rp 80 juta. Pada 2018 kami berikan Rp 437 juta dan 2019 sebesar Rp 615 juta,” paparnya.
Selama pandemi, sektor wisata di seluruh wilayah terpukul, tak terkecuali Boon Pring. Syamsul mengatakan, Boon Pring mulai tutup pada awal Maret lalu. Kemudian, akhir Juni pihaknya baru membuka kembali wisata tersebut.
”Pada 2020, meskipun pandemi, omzet yang kami dapat mendekati Rp 2 miliar. Terhitung mulai akhir Juni hingga awal September,” tandasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=YH4yC3_wZ_E

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
