
Photo
JawaPos.com - Awal Februari lalu, menjadi hari yang bersejarah bagi para pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Malioboro, Jogjakarta. Pasalnya, mulai tanggal tersebut, seluruh PKL Malioboro yang semula penuh sesak di emperan toko sepanjang Jalan Malioboro sampai Stasiun Tugu, Yogyakarta menempati lokasi baru yang sudah disiapkan oleh Pemerintah Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).
Relokasi ini membuat wajah Jalan Malioboro berubah. Betapa tidak, selama puluhan tahun berjualan di emperan toko, tumbuh dan berkembang menjadi semacam ikon dan kekhasannya sendiri, suasana Malioboro kini total berganti.
Tepi jalan (sisi kanan dari arah Stasiun Tugu) yang semula dipenuhi PKL, kini steril dan bersih dari pedagang. Bagian sisi kiri (depan hotel Grand Inna) juga tak luput dari sentuhan relokasi. Area ini yang sebelumnya padat pedagang makanan, kini bersih. Ikut direlokasi ke tempat yang baru.
Jalan Malioboro yang sebelumnya penuh dengan berbagai jenis dagangan untuk dibeli sebagai tanda telah berkunjung ke Jogja membawa kenangan tersendiri bagi Tisha, pelancong asal Jakarta Timur yang baru sempat berlibur hari ini, Sabtu (13/5).
Dirinya turut mengenang suasana Malioboro dulu dan kini, suasana saat dulu ramai pedagang, hiruk pikuk namun kini lengang. "Kaya kehilangan nyawa aja, sih," kata Tisha saat dijumpai JawaPos.com di sekitaran Jalan Malioboro.
Nyawa menurutnya adalah suasananya yang berubah total. Ikon Jogja yang selalu identik dengan belanja di Malioboro yang penuh sesak kini jadi suasana emperan toko yang lengang.
Photo
Suasana Jalan Malioboro pada awal 2021 saat para pedagang kaki lima masih menjadi ikon.(Rian Alfianto/JawaPos.com)
"Ya, kalau Malioboro kan identiknya dengan PKL-nya. Kalau itu hilang, ya hilang juga suasananya yang khas. Berubah," lanjutnya.
Area bekas pedagang Malioboro kini berganti jadi area pedestrian dan tempat nongkrong yang dilengkapi dengan bangku-bangku untuk bersantai. Ada plus dan minusnya. Hal ini disampaikan oleh Cintya, wisatawan dari Purwakarta, Jawa Barat yang juga baru sempat berlibur pekan ini.
"Memang ada plus-minusnya sih. Plusnya jadi lebih lengang, ada tempat santai dan bisa duduk-duduk nikmatin Jogja. Minusnya ya memang seperti ada yang hilang aja, identitasnya hilang," kata Cintya.
Relokasi pedagang Malioboro berada di depannya. Sebelah Hotel Grand Inna yang kini bernama jadi Teras Malioboro. Sebagian pedagang Malioboro juga ada yang pindah ke area lain tepatnya di gang-gang masuk pemukiman di jalan Sosrowijayan dan area sekitarnya sampai mengarah ke Keraton atau mutar kembali ke arah Stasiun Tugu.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
