
Penyu Hijau (Chelonia mydas) yang ada di kawasan konservasi penyu Pantai Taman Kili-kili, Panggul, Trenggalek. (JawaPos.com/Leni Setya Wati)
JawaPos.com - Pantai menjadi salah satu destinasi wisata yang paling populer di wilayah pesisir selatan Pulau Jawa, tak terkecuali di Kabupaten Trenggalek.
Pantai yang wajib dikunjungi oleh wisatawan ini adalah Pantai Taman Kili-kili yang terletak di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur.
Pantai Taman Kili-kili, tidak hanya menjadi tempat wisata hidden gem yang menyuguhkan hamparan pasir putih yang lembut dan keindahan laut yang memanjakan mata saja.
Pantai ini merupakan kawasan konservasi penyu di wilayah Kabupaten Trenggalek, yang tak hanya menarik dijadikan tempat berlibur, namun juga merupakan tempat yang penting bagi kelangsungan hidup penyu itu sendiri.
Setidaknya ada tiga jenis penyu yang bisa ditemukan di sini, yakni Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), dan Penyu Belimbing (Dermochelys olivacea).
Di tempat ini para wisatawan juga dapat melihat puluhan tukik atau bayi penyu yang lucu-lucu, serta tempat penetasan telur penyu (hatchery) dan tempat penetasan telur penyu semi alami (rekayasa tukik jantan).
Tak hanya itu, di tempat ini para wisatawan juga bisa melihat dan memberi makan Kijang Muncak (Muntiacus muntjak), yang tidak kalah menggemaskannya dibanding penyu.
Kijang Muncak diketahui merupakan salah satu spesies rusa terkecil, yakni dengan tinggi badan yang tak lebih dari 65 sentimeter dan berat berkisar 15-34 kilogram.
Pengunjung yang ingin memberikan makanan pada rusa maupun penyu di tempat ini tidak perlu khawatir terkait harga dan ketersediaan makanan untuk hewan-hewan ini.
Kalian hanya perlu membayar 2 ribu rupiah saja untuk memberi makan rusa, dan 5 ribu rupiah untuk memberi makan penyu yang ada di penangkaran.
Harga tiket masuk Taman Kili-kili ini di libur hari raya Idul Fitri adalah 5 ribu rupiah per orang. Harga ini cukup terjangkau, mengingat keindahan pantai dan edukasi penyu yang akan kalian dapatkan di sini.
Saat tim JawaPos.com mengunjungi tempat ini, terlihat bahwa pada sekitar pukul sepuluh pagi tempat wisata ini cukup ramai dipenuhi para wisatawan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Namun, menjelang siang hari sekitar pukul satu, suasana menjadi lebih tenang dengan beberapa pengunjung yang masih berdatangan.
Salah satu pengunjung bernama Yuni turut menceritakan bagaimana serunya berwisata di kawasan konservasi penyu ini untuk kedua kalinya, "Aku sudah dua kali ke tempat ini, dulu waktu SMA dan hari ini," ucap Yuni kepada JawaPos.com pada Sabtu (5/4).
Yuni mengatakan bahwa Pantai Taman Kili-kili saat ini jauh lebih bagus ketimbang saat pertama kali ia ke sini, "Yang pasti sekarang lebih bagus. Kalau dulu fasilitasnya belum selengkap sekarang. Tempatnya nyaman untuk liburan, apalagi kalau bawa anak kecil. Pasti mereka senang karena bisa dapat edukasi terkait penyu dan rusa, mereka juga bisa interaksi langsung," ujarnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
