Rangakain kereta api jarak jauh tiba di Stasiun Jatinegara, Jakarta. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Cuaca ekstrem kembali menjadi ujian bagi perjalanan kereta api jarak jauh. Hujan lebat yang memicu banjir di jalur Pantai Utara Jawa membuat sebagian perjalanan terganggu, bahkan berujung pembatalan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan calon penumpang: masih amankah naik kereta jarak jauh saat cuaca tidak bersahabat?
Pada praktiknya, perjalanan kereta tetap bisa berlangsung dengan sejumlah skema pengalihan rute yang telah disiapkan. Skema ini memungkinkan kereta tetap berjalan tanpa melintasi lintasan rawan banjir, meski dengan konsekuensi waktu tempuh yang lebih panjang.
Berikut empat skema pengalihan yang umum diterapkan dan bisa menjadi gambaran bagi penumpang.
Skema paling sering digunakan adalah mengalihkan perjalanan dari jalur utara ke jalur selatan Jawa. Saat lintas Pekalongan dan Semarang tidak memungkinkan dilalui, kereta dialihkan melewati Tasikmalaya, Banjar, Kroya, hingga Yogyakarta dan Solo.
Kereta seperti Argo Wilis, Turangga, Argo Semeru, Bima, hingga Taksaka dikenal sebagai layanan yang memang sejak awal menggunakan jalur selatan. Karena itu, kereta-kereta ini cenderung tetap berjalan saat Pantura terdampak banjir.
Stasiun Kroya menjadi titik kunci dalam skema pengalihan. Dari stasiun ini, kereta dapat diarahkan menuju lintas selatan Jawa Tengah tanpa harus masuk ke wilayah Pantura.
Selain Kroya, stasiun seperti Kutoarjo dan Lempuyangan juga berfungsi sebagai simpul penting untuk menjaga konektivitas perjalanan jarak jauh dari barat ke timur Jawa.
Alih-alih memaksakan kereta baru, KAI memaksimalkan perjalanan kereta yang memang rutin melintas jalur selatan. Kereta ekonomi seperti Serayu, Progo, Kutojaya Selatan, Bengawan, Pasundan, hingga Kahuripan tetap menjadi andalan saat cuaca ekstrem melanda Pantura.
Bagi penumpang, skema ini berarti tetap ada pilihan perjalanan meski dengan kelas dan jadwal yang mungkin berbeda dari rencana awal.
Skema terakhir adalah penyesuaian operasional, termasuk pengaturan kecepatan dan jadwal. Meski rute dialihkan, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Dampaknya, waktu tempuh bisa lebih panjang dan kedatangan tidak selalu sesuai jadwal normal.
Namun, skema ini dinilai lebih aman dibandingkan memaksakan perjalanan melalui lintasan yang tergenang atau rawan longsor.
Perlu dipahami, tidak ada moda transportasi yang sepenuhnya bebas risiko saat cuaca ekstrem. Jalur selatan pun memiliki potensi gangguan, terutama karena melewati perbukitan dan daerah rawan longsor.
Karena itu, penumpang disarankan selalu memantau informasi resmi dari KAI, menyiapkan waktu cadangan dan mempertimbangkan rute jalur selatan sebagai alternatif serta fleksibel terhadap perubahan jadwal dan kelas kereta.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
