
Qantas memperkenalkan pesawat Airbus A350-1000ULR yang telah dimodifikasi untuk melayani penerbangan nonstop jarak jauh Sydney–London di kantor pusat Airbus, Toulouse, Prancis, 17 Juni 2026. (REUTERS/Tim Hepher)
JawaPos.com – Maskapai Australia Qantas bersiap membuka era baru penerbangan ultra-jarak jauh dengan layanan non-stop Sydney-London yang berlangsung sekitar 20 jam. Untuk membuat perjalanan selama hampir satu hari itu tetap nyaman, maskapai tersebut mengandalkan riset ilmiah tentang tidur, pencahayaan, dan ritme biologis tubuh manusia.
Seperti dilansir dari Reuters via Kyodo, Senin (22/6), penerbangan perdana dijadwalkan mulai beroperasi pada Oktober tahun depan. Setelah itu, Qantas juga berencana membuka rute non-stop Sydney-New York yang memiliki durasi serupa.
Qantas memperkenalkan berbagai inovasi di dalam kabin, mulai dari zona wellness, ruang kaki yang lebih lega, pengaturan waktu makan yang dirancang khusus, hingga sistem pencahayaan dinamis yang mengikuti ritme alami tubuh penumpang.
Profesor kedokteran tidur dari University of Sydney, Peter Cistulli, mengatakan penerbangan lintas banyak zona waktu merupakan tantangan biologis yang besar. Rute Sydney-London melintasi tujuh hingga sembilan zona waktu, sedangkan Sydney-New York mencapai 14 hingga 16 zona waktu.
Menurutnya, pengaturan waktu makan dan pencahayaan terbukti membantu menjaga kondisi tubuh penumpang. Salah satu strategi yang diterapkan adalah menghindari penyajian makanan sesaat setelah lepas landas serta menciptakan "jendela tidur" melalui pengaturan cahaya kabin.
"Hasil uji coba menunjukkan penumpang memiliki tingkat kewaspadaan yang lebih baik dibanding layanan penerbangan konvensional," ujarnya.
Desainer kabin David Caon mengatakan proyek tersebut dirancang bukan hanya dari sisi estetika, tetapi juga berdasarkan pendekatan kesehatan dan sains. Ia bahkan sempat mengusulkan sepeda statis dan matras yoga sebelum akhirnya memilih menghadirkan zona wellness dengan pencahayaan lembut menyerupai suasana di tepi kolam renang.
Di seluruh kabin, sistem lampu khusus akan mensimulasikan suasana matahari terbit dan terbenam. Dibutuhkan waktu berminggu-minggu untuk menyusun 14 skenario pencahayaan yang terinspirasi dari lanskap alam Australia.
Semua inovasi itu ditujukan untuk mengurangi ketidaknyamanan selama penerbangan yang pada kondisi tertentu dapat berlangsung hingga 22 jam menggunakan Airbus A350-1000ULR yang telah dimodifikasi khusus.
Selain meningkatkan kenyamanan, strategi tersebut juga memiliki tujuan bisnis. Qantas ingin menawarkan pengalaman perjalanan yang tidak mudah ditiru maskapai lain sekaligus meningkatkan pendapatan hingga 20 persen.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
