Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Februari 2020 | 20.48 WIB

Durian Lokal Ngantang, Seperti Makan Selai di Dalam Kantong Selaput

BERSELAPUT: Seperti namanya, warna durian mentega begitu khas. Yakni, kuning cerah. Rasanya juga bikin penggemarnya ketagihan. (Guslan Gumilang/Jawa Pos) - Image

BERSELAPUT: Seperti namanya, warna durian mentega begitu khas. Yakni, kuning cerah. Rasanya juga bikin penggemarnya ketagihan. (Guslan Gumilang/Jawa Pos)

Kabupaten Malang jadi salah satu daerah yang terkenal dengan hasil durian yang melimpah. Variannya banyak. Mulai yang berasa manis hingga asam. Sebagian di antaranya adalah hasil pengembangan para petani.

---

TIDAK sulit mencari durian lokal di Kabupaten Malang. Sebab, ada sejumlah daerah yang jadi sentra budi daya buah berduri itu. Salah satu yang dikenal sebagai lumbung durian adalah Desa Sumberagung, Kecamatan Ngantang.

Desa tersebut memang didominasi kawasan perbukitan yang berlereng. Tanahnya subur sehingga sangat cocok untuk pertumbuhan durian. Karena itu pula, ada sejumlah durian bermutu dari desa tersebut. Yang menarik, masing-masing mempunyai karakteristik yang berbeda-beda.

Salah satu yang cukup tersohor adalah durian sukro. Nama durian itu diambil dari pemilik pohonnya, Pak Sukro.Varietas tersebut dikenal memiliki daging punel. Rasanya manis legit.

Selain itu, sukro terkenal karena mempunyai sensasi gurih disertai vanila. Dagingnya cukup tebal dengan karakteristik yang cenderung kering.

Ada juga durian amad. Sama, nama varietas itu diambil dari nama pemilik asli pohonnya. Rasanya jangan ditanya, supermanis. Ada sensasi after taste pahit yang muncul di pangkal lidah.

Durian tersebut memiliki rasa yang panjang. Meski durian itu sudah habis dilahap, ada rasa manis yang tertinggal hingga tenggorokan. Penikmat seakan diajak untuk mencicipinya sekali lagi.

Durian lokal asal Sumberagung yang juga cukup terkenal adalah durian mentega. Varietas tersebut mempunyai sejumlah kelebihan. Salah satu yang paling mencolok adalah warnanya.

Jika warna dua buah lain cenderung putih susu, durian mentega berwarna kuning. ’’Diberi nama seperti itu karena warnanya seperti mentega,’’ tutur petani sekaligus pemilik pohon, Amad Kasrawi.

Juga ada selaput tipis yang membungkus tiap daging buahnya. Saat digigit, serasa ada yang pecah di mulut. Creamy daging buah mematikan rasa lidah. Hanya ada rasa manis bercampur sedikit pahit plus gurih. Seperti makan selai dalam selaput kantong. Aroma yang menguar begitu kuat saat dibuka.

Pria itu mengatakan, desanya sudah terkenal sebagai penghasil durian. Banyak warga yang memiliki pohon di kebunnya. Sebagian warga getol mengembangkannya.

Dia menceritakan, sebagian besar pengembangan yang dilakukan warga desa itu sudah membuahkan hasil positif.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore