
BERSELAPUT: Seperti namanya, warna durian mentega begitu khas. Yakni, kuning cerah. Rasanya juga bikin penggemarnya ketagihan. (Guslan Gumilang/Jawa Pos)
Kabupaten Malang jadi salah satu daerah yang terkenal dengan hasil durian yang melimpah. Variannya banyak. Mulai yang berasa manis hingga asam. Sebagian di antaranya adalah hasil pengembangan para petani.
---
TIDAK sulit mencari durian lokal di Kabupaten Malang. Sebab, ada sejumlah daerah yang jadi sentra budi daya buah berduri itu. Salah satu yang dikenal sebagai lumbung durian adalah Desa Sumberagung, Kecamatan Ngantang.
Desa tersebut memang didominasi kawasan perbukitan yang berlereng. Tanahnya subur sehingga sangat cocok untuk pertumbuhan durian. Karena itu pula, ada sejumlah durian bermutu dari desa tersebut. Yang menarik, masing-masing mempunyai karakteristik yang berbeda-beda.
Salah satu yang cukup tersohor adalah durian sukro. Nama durian itu diambil dari pemilik pohonnya, Pak Sukro.Varietas tersebut dikenal memiliki daging punel. Rasanya manis legit.
Selain itu, sukro terkenal karena mempunyai sensasi gurih disertai vanila. Dagingnya cukup tebal dengan karakteristik yang cenderung kering.
Ada juga durian amad. Sama, nama varietas itu diambil dari nama pemilik asli pohonnya. Rasanya jangan ditanya, supermanis. Ada sensasi after taste pahit yang muncul di pangkal lidah.
Durian tersebut memiliki rasa yang panjang. Meski durian itu sudah habis dilahap, ada rasa manis yang tertinggal hingga tenggorokan. Penikmat seakan diajak untuk mencicipinya sekali lagi.
Durian lokal asal Sumberagung yang juga cukup terkenal adalah durian mentega. Varietas tersebut mempunyai sejumlah kelebihan. Salah satu yang paling mencolok adalah warnanya.
Jika warna dua buah lain cenderung putih susu, durian mentega berwarna kuning. ’’Diberi nama seperti itu karena warnanya seperti mentega,’’ tutur petani sekaligus pemilik pohon, Amad Kasrawi.
Juga ada selaput tipis yang membungkus tiap daging buahnya. Saat digigit, serasa ada yang pecah di mulut. Creamy daging buah mematikan rasa lidah. Hanya ada rasa manis bercampur sedikit pahit plus gurih. Seperti makan selai dalam selaput kantong. Aroma yang menguar begitu kuat saat dibuka.
Pria itu mengatakan, desanya sudah terkenal sebagai penghasil durian. Banyak warga yang memiliki pohon di kebunnya. Sebagian warga getol mengembangkannya.
Dia menceritakan, sebagian besar pengembangan yang dilakukan warga desa itu sudah membuahkan hasil positif.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
