
Pantangan Weton Pahing yang Harus Diperhatikan! Energi Besar yang Harus Dijaga dengan Bijak (Freepik/ peoplecreations)
JawaPos.com - Dalam tradisi Jawa, weton Pahing sering disebut sebagai salah satu weton paling kuat di antara lima pasaran. Orang yang lahir pada weton ini dipercaya membawa aura kepemimpinan, wibawa alami, dan daya tarik yang sulit ditolak. Bahkan, tanpa banyak bicara, kehadiran mereka mampu membuat orang lain segan sekaligus percaya. Inilah yang menjadikan Pahing istimewa dan kerap dipandang sebagai “raja kecil” dalam lingkungannya.
Namun, sebagaimana pepatah Jawa mengatakan, “Semakin besar cahaya, semakin besar pula bayangannya.” Begitu pula dengan kehidupan orang Pahing. Menurut penjelasan dalam sebuah video dari kanal youtube yang aktif membahas weton dan spiritualitas Jawa yakni Ngaos Jawa, energi kuat yang mereka miliki bisa menjadi sumber keberkahan besar, tetapi juga bisa berubah menjadi bencana bila tidak dijaga dengan baik. Karena itu, leluhur Jawa menekankan pentingnya memahami pantangan-pantangan orang Pahing agar hidup mereka tetap seimbang dan terhindar dari sengkolo.
Pantangan pertama yang harus dijaga adalah sifat arogan dan meremehkan orang lain. Karisma orang Pahing sering membuat mereka dihormati, tetapi bila berubah menjadi kesombongan, rezeki yang semula lancar bisa tiba-tiba macet. Selain itu, ucapan orang Pahing juga diyakini memiliki bobot gaib. Maka, mereka sangat pantang berbicara kasar atau mengucapkan hal buruk, karena apa yang terucap bisa menjadi kenyataan.
Dari sisi pekerjaan, orang Pahing sebaiknya menghindari sifat serakah, berpindah-pindah usaha tanpa kesabaran, dan berhutang berlebihan. Meski punya daya tarik rezeki yang deras, bila mereka melupakan etika, usaha bisa hancur seketika. Dalam keluarga pun ada larangan keras: tidak boleh durhaka pada orang tua, pilih kasih, atau menyimpan dendam. Semua itu diyakini bisa membuka pintu kesialan dalam rumah tangga.
Secara spiritual, pantangan terbesar orang Pahing adalah melupakan doa, tirakat, dan tradisi leluhur. Energi mereka sangat terkait dengan restu orang tua dan doa leluhur. Jika ikatan ini terputus, maka keberkahan hidup ikut hilang. Karena itu, orang Pahing harus rajin menjaga laku spiritual, rendah hati, serta menghormati pusaka dan adat.
Dari uraian ini jelas bahwa pantangan weton Pahing bukanlah kutukan, melainkan pagar pelindung. Tanpa pagar, energi besar yang dimiliki bisa berubah liar dan merusak kehidupan pemiliknya. Tetapi bila dijaga dengan kerendahan hati, kesabaran, dan penghormatan pada leluhur, maka aura Pahing akan menjadi cahaya terang yang membawa rezeki, wibawa, serta keharmonisan dalam hidup.
Jadi, bagi Anda yang lahir di weton Pahing, kenalilah potensi besar yang dimiliki sekaligus patuhi pantangannya. Dengan begitu, energi kuat yang ada dalam diri akan selalu menjadi berkah, bukan beban.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
