JawaPos.com - Dalam mengelola dan mencegah penyakit diabetes tipe 2, sebagian besar orang hanya berfokus pada upaya memangkas atau menghindari konsumsi gula dan karbohidrat sederhana.
Padahal, membatasi asupan manis saja tidak cukup untuk menjaga keseimbangan gula darah secara optimal.
Strategi nutrisi yang jauh lebih efektif dan berkelanjutan terletak pada pemenuhan asupan protein dan serat yang memadai dalam pola makan harian.
Melansir dari laman The Ohio State University pada Senin (28/09), penambahan protein dan serat secara tepat dapat membantu mengontrol lonjakan glukosa darah sekaligus meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh.
Kombinasi serat dan protein bekerja memperlambat proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat di usus halus, sehingga mencegah lonjakan gula darah yang drastis (glycemic spike) setelah makan.
Dalam sebuah studi nutrisi klinis menunjukkan bahwa serat larut membentuk gel di saluran pencernaan yang menghambat penyerapan glukosa, sementara protein merangsang pelepasan hormon satiety (seperti GLP-1) yang memperpanjang rasa kenyang.
Kombinasi ini terbukti secara klinis ampuh menurunkan resistensi insulin, membantu mengontrol berat badan, serta meningkatkan efikasi diri pasien dalam mengelola metabolisme tubuh jangka panjang.
Berikut adalah beberapa peran kunci protein dan serat dalam melawan diabetes:
- Memperlambat penyerapan gula ke dalam darah
Protein dan serat membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh. Ketika dikonsumsi bersama karbohidrat, keduanya memperlambat pelepasan glukosa ke aliran darah, menjaga kadar gula darah tetap stabil.
- Mengurangi resiko dan tingkat resistensi insulin
Konsumsi serat larut yang cukup membantu sel-sel tubuh menjadi lebih sensitif terhadap hormon insulin, sehingga pankreas tidak perlu bekerja ekstra keras memproduksi insulin berlebihan.
- Memberikan efek kenyang lebih lama dan menjaga berat badan
Asupan tinggi protein dan serat menekan hormon ghrelin (pemicu rasa lapar), sehingga mencegah keinginan untuk mengkonsumsi makanan berkalori tinggi secara berlebihan.
- Memperbaiki kesehatan mikrobioma usus
Serat bertindak sebagai prebiotik yang memberi makan bakteri baik di usus. Keseimbangan ekosistem usus yang sehat terbukti berperan langsung dalam meredakan peradangan sistemik dan meningkatkan metabolisme glukosa.
- Menjaga massa otot yang krusial bagi metabolisme
Protein yang memadai menjaga jaringan otot tetap kuat. Otot merupakan organ utama tempat penyimpanan dan penggunaan glukosa terbesar di dalam tubuh, yang sangat penting untuk membakar gula darah secara alami.
Secara keseluruhan, mengelola diabetes bukan berarti harus berpantang makanan secara ekstrem, melainkan memperkaya piring Anda dengan komposisi nutrisi seimbang yang kaya akan serat dan protein berkualitas.
Jika Anda atau anggota keluarga memiliki riwayat diabetes tipe 2 atau ingin menyusun pola makan khusus untuk menjaga kadar gula darah, berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik atau ahli diet untuk mendapatkan panduan nutrisi yang tepat.