← Beranda
Kenali 7 Tanda Pria Belum Dewasa secara Emosional, Menurut Psikologi
Rabbany Wanadriani• Jumat, 9 Oktober 2026 | 03.54 WIB
ilustrasi pria yang marah. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Kedewasaan emosional sering kali berperan penting dalam hubungan yang sehat.

Namun nyatanya tidak setiap orang mengembangkannya dengan kecepatan yang sama.

Psikologi menyoroti beberapa tanda jelas yang mengungkapkan kapan seorang pria mungkin masih belum dewasa secara emosional.

Dengan mengenali perilaku ini dapat membantu Anda menavigasi hubungan dengan lebih jelas dan percaya diri.

Baca Juga: 7 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Saat Tidak Memiliki Peta dan Kehilangan Arah Hidup Menurut Psikologi

Untuk mengetahui lebih jauh, dilansir metalzon, berikut 7 tanda seorang pria yang belum dewasa secara emosional dari sudut pandang psikologi.

1. Kesulitan menangani kritik

Sikap defensif langsung muncul ketika seseorang menunjukkan kesalahannya.

Alih-alih menganggap umpan balik sebagai kesempatan untuk berkembang, ia malah menganggapnya sebagai serangan pribadi.

Hal ini memicu kemarahan, penyangkalan, atau serangan balik.

Pria yang belum dewasa secara emosional jarang bertanggung jawab atas tindakannya atau mengakui kesalahannya.

2. Menghindari percakapan emosional yang mendalam

Membicarakan perasaan dan emosi membutuhkan kerentanan, yang sering dianggap sebagai kelemahan oleh pria yang belum dewasa secara emosional.

Mereka belum mengembangkan keterampilan untuk memproses emosi yang kompleks sehingga memilih untuk menutup diri.

3. Memendam atau balas dendam

Perilaku balas dendam dapat bermanifestasi sebagai komentar pasif-agresif, sikap diam, atau sengaja menyusahkan seseorang yang telah berbuat salah kepadanya.

Pria yang belum dewasa secara emosional memandang hubungan sebagai medan pertempuran di mana seseorang harus menang dan seseorang harus kalah.

4. Menunjukkan pola komunikasi yang tidak konsisten

Perilaku yang berubah-ubah mencirikan gaya komunikasinya. Entah dia penuh perhatian dan terlibat, keesokan harinya, dia bersikap dingin dan sulit dihubungi.

Ketidakpastian ini menciptakan kecemasan bagi mereka yang mencoba terhubung dengannya.

5. Sering membuat lelucon yang merugikan orang lain

Mengolok-olok topik sensitif adalah andalannya, tetapi ketika itu menyakiti orang lain, dia hanya menganggapnya sebagai lelucon.

Pria yang belum dewasa secara emosional kesulitan menyadari bagaimana kata-katanya memengaruhi orang lain karena ia terutama fokus pada kepuasan sesaat berupa tawa atau perhatian.

6. Menolak berkompromi dalam hubungan

Dalam hubungan, dialah yang memegang kendali.

Ketika terjadi konflik, dia mengharapkan orang lain untuk berkompromi sementara dia tetap teguh, selalu mengutamakan preferensinya di atas kebutuhan pasangannya.

Tanda-tandanya meliputi mengabaikan saran orang lain tanpa pertimbangan atau menjadi mudah marah ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana.

7. Menunjukkan kontrol impuls yang buruk

Perilakunya sering kali dikendalikan oleh keputusan spontan, tanpa banyak mempertimbangkan konsekuensinya.

Impulsivitas ini terlihat dalam kebiasaan keuangannya, seperti pengeluaran yang tidak perlu yang membebani anggaran dan momen emosional.

 
EDITOR: Setyo Adi Nugroho