← Beranda
Hanya 9 Persen Obat Inovatif Tersedia di Indonesia, Ini Strategi IPMG Perkuat Sistem Kesehatan
Ryandi Zahdomo• Rabu, 8 April 2026 | 06.11 WIB
Ketua IPMG Evie Yulin. (Istimewa)

 

JawaPos.com–Ketersediaan berbagai obat modern di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Saat ini, mayoritas obat inovatif yang ada di pasar global belum bisa diakses secara luas oleh masyarakat di Tanah Air.

International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) mengungkapkan bahwa kesenjangan akses ini menjadi hambatan serius dalam memperkuat sistem kesehatan nasional. Kesenjangan akses obat-obatan inovatif menjadi prioritas yang harus segera dibenahi. Pasalnya, angka ketersediaan obat modern di Indonesia saat ini masih tergolong sangat minim dibandingkan negara lain.

”Saat ini, hanya sekitar 9 persen obat inovatif yang tersedia di Indonesia dan hanya sekitar 2 persen yang dapat diakses melalui pembiayaan publik. Menjembatani kesenjangan ini tetap menjadi prioritas utama IPMG,” ujar Ketua IPMG Evie Yulin, Selasa (7/4).

Baca Juga: Vape Jadi Pilihan Baru Perokok Dewasa, Ini Risiko yang Perlu Diketahui

Melalui kolaborasi yang kuat, IPMG berkomitmen memastikan lebih banyak pasien dapat menerima manfaat obat inovatif guna mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Untuk mengatasi masalah tersebut, IPMG mendorong terciptanya lingkungan kebijakan yang dapat diprediksi dan transparan.

”Fokus utamanya adalah menyelaraskan jalur registrasi, mekanisme harga, serta pembiayaan agar pasien lebih mudah mendapatkan pengobatan berkualitas,” papar Evie Yulin.

Direktur Eksekutif IPMG Ani Rahardjo menekankan pentingnya dialog kebijakan untuk membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh.

Baca Juga: Begadang Karena Terlalu Banyak Pikiran? 4 Dampak Overthinking terhadap Kualitas Tidur Malam yang Jarang Disadari

”IPMG akan terus berperan secara konstruktif dalam mendukung dialog kebijakan serta memperkuat implementasi yang selaras dengan prioritas kesehatan nasional. Kami tetap terbuka untuk berkolaborasi guna membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh dan meningkatkan daya saing Indonesia,” tambah Ani.

Selain akses, IPMG juga menjunjung tinggi standar etika melalui Code of Practice global. Upaya pencegahan korupsi dan interaksi yang bertanggung jawab menjadi kunci untuk melindungi kepentingan masyarakat luas.

Nakhoda Baru IPMG Periode 2026–2028

Guna menjalankan misi strategis tersebut, IPMG resmi mengumumkan susunan Dewan Pengurus untuk periode 2026–2028. Asosiasi yang mewakili 25 perusahaan farmasi multinasional ini kembali memberikan mandat kepemimpinan kepada figur berpengalaman.

Evie Yulin (Presiden Direktur Merck Indonesia) kembali dipercaya menjabat sebagai ketua. Dia didampingi George Stylianou (Presiden Direktur Merck Sharp & Dohme Indonesia) sebagai Wakil Ketua IPMG.

Dewan pengurus yang baru ini menghadirkan para ahli di bidang Penilaian Teknologi Kesehatan (PTK), regulasi, hingga investasi kesehatan untuk mendorong kemajuan industri farmasi berbasis riset di Indonesia.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah