JawaPos.com - Media sosial membuat seseorang bisa mendapatkan informasi terbaru dengan mudah. Beragam informasi yang muncul membuat seseorang terus melihat berbagai konten untuk mengikuti perkembangan terbaru, termasuk konten negatif. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental.
Kebiasaan terus mengikuti informasi negatif tersebut dikenal sebagai doomscrolling. American Brain Foundation menjelaskan, rasa ingin untuk mengetahui berbagai peristiwa terkini sebenarnya bukan hal yang buruk. Mengikuti perkembangan peristiwa dapat membantu seseorang memahami keadaan di sekitarnya.
Namun, ketika informasi terus dicari, kebiasaan tersebut bisa membuat seseorang sulit berhenti. Alih-alih merasa lebih tenang setelah mendapatkan informasi, seseorang justru kembali mencari berita terbaru lainnya.
Baca Juga: 3.150 Keluarga Brebes Siap Mandiri, Pamit dari PKH Tahun Ini
Paparan berulang terhadap informasi negatif ini dapat mempengaruhi kondisi mental dan fisik. Melansir dari Hellosehat, Kamis (8/10), berikut beberapa dampak doomscrolling yang perlu diperhatikan.
- Meningkatkan Stres
Terlalu lama melihat berbagai informasi negatif dapat membuat pikiran terus terbebani. Kondisi ini dapat memicu peningkatan hormon kortisol yang berkaitan dengan stres.
Stres yang tinggi juga dapat membuat tubuh berada dalam kondisi hyperarousal. Kondisi ini ditandai dengan rasa waspada dan siaga yang berlebihan, bahkan ketika seseorang tidak sedang menghadapi ancaman.
Baca Juga: Segrup dengan Persikad dan Persiku, PSIM Yogyakarta Nilai Grup E Cukup Bersahabat
2. Mempengaruhi Kondisi Mental
Bagi seseorang yang sudah mengalami gangguan mental, kebiasaan doomscrolling dapat membuat gejala yang dirasakan semakin berat. Kondisi ini juga berpotensi menghambat proses pemulihan yang sedang dijalani. Selain itu, doomscrolling juga dapat memicu kondisi seperti depresi, gangguan kecemasan, OCD, dan PTSD.
3. Mengganggu Waktu Istirahat
Kebiasaan melihat media sosial menjelang tidur dapat membuat seseorang terus menggunakan ponsel dan menunda waktu istirahat. Akibatnya, waktu tidur menjadi lebih sedikit dan seseorang bisa lebih sulit terlelap. Kurangnya waktu tidur dapat mempengaruhi suasana hati dan membuat aktivitas pada hari berikutnya ikut terganggu.
4. Membatasi Aktivitas Fisik
Doomscrolling dapat membuat seseorang menghabiskan banyak waktu dengan duduk atau berbaring sambil melihat ponsel. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, waktu untuk bergerak dan melakukan aktivitas fisik menjadi lebih terbatas.
Kurangnya aktivitas fisik juga dapat menyebabkan masalah pada tubuh, seperti nyeri leher dan punggung akibat terlalu lama berada dalam posisi yang sama. Dalam jangka panjang, kurang bergerak dan stres yang terus berlangsung dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.
Cara Mengurangi Doomscrolling
Baca Juga: Perjalanan Politik Gibran sampai Istana, Cerai dengan PDIP hingga 2 Kali Berpolemik di MK
Untuk mengurangi kebiasaan doomscrolling, beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:
1. Batasi Waktu Menggunakan Media Sosial
Untuk mengurangi doomscrolling, mulailah dengan membatasi waktu yang digunakan untuk mengakses media sosial. Tentukan durasi tertentu untuk membaca berita atau melihat konten, lalu berhenti ketika batas waktu tersebut sudah tercapai. Misalnya, batasi waktu mengakses aplikasi berita dan media sosial selama 30 menit setelah selesai bekerja atau sekolah.
2. Pilih Informasi yang Dikonsumsi
Saat menggunakan media sosial, pilih informasi yang memang perlu diketahui dan hindari konten negatif yang tidak memberikan manfaat. Sesekali, alihkan perhatian dengan membaca atau melihat konten yang lebih positif dan menyenangkan.
Pastikan juga informasi yang dibaca berasal dari sumber yang terpercaya. Jangan mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
3. Nonaktifkan Notifikasi Ponsel
Notifikasi yang terus muncul dapat membuat seseorang kembali mengecek ponsel yang sedang melakukan aktivitas lain. Karena itu, menonaktifkan notifikasi dari media sosial dapat membantu mengurangi keinginan untuk terus melihat informasi yang masuk. Anda juga bisa mengaktifkan fitur Do Not Disturb (DND) untuk membatasi gangguan dari pemberitahuan ponsel.
4. Alihkan dengan Aktivitas Lain
Ketika mulai merasa ingin terus melihat layar, coba berhenti sejenak dan lakukan kegiatan lain. Cara ini dapat membantu mengurangi keinginan untuk kembali membuka media sosial atau membaca berbagai informasi.
Anda bisa mengisi waktu dengan berjalan kaki, berolahraga ringan, menulis jurnal, melukis, melakukan hobi, atau kegiatan lain yang membuat tubuh tetap bergerak. Selain membantu mengurangi waktu di depan layar, aktivitas tersebut juga dapat mendukung kesehatan fisik dan mental.
Baca Juga: Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik, Prabowo: Bukti Nyata Hilirisasi Kita Benar
5. Coba Meditasi Mindfulness
Meditasi mindfulness dapat menjadi salah satu cara untuk menenangkan pikiran dan mengurangi keinginan terus mencari informasi negatif. Melalui latihan ini, seseorang diajak untuk lebih menyadari pikiran, emosi, dan kondisi yang sedang dialami tanpa langsung menghakiminya.
Selain membantu menenangkan pikiran, mindfulness juga dapat membuat seseorang lebih memperhatikan hal-hal positif dalam kehidupan sehari-hari.
Doomscrolling yang dilakukan terus-menerus dapat mempengaruhi kesehatan mental dan fisik. Karena itu, penting untuk mulai mengenali kebiasaan tersebut dan membatasi penggunaannya. Jika merasa sulit mengendalikan doomscrolling, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan konselor atau psikolog agar mendapatkan bantuan yang sesuai.