← Beranda
BGN Ingin Hasil Tangkapan Laut Jadi Menu Andalan MBG
Dimas Choirul• Kamis, 1 Oktober 2026 | 21.16 WIB
Kepala BGN Sudaryono dalam agenda penandatanganan PKS antara BGN dan KKP di Jakarta, Rabu (30/9)/(Dok/BGN)

 

JawaPos.com - Hasil tangkapan laut seperti tongkol dan tuna didorong menjadi salah satu pilihan menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain menambah asupan protein, pemanfaatan ikan tangkap juga disesuaikan dengan potensi pangan di masing-masing daerah.

Upaya tersebut menjadi bagian dari sinergi Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam pemanfaatan ikan sebagai sumber protein bagi penerima MBG.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, pemenuhan gizi menjadi salah satu fokus utama dalam penyusunan menu MBG. Kandungan gizi dalam setiap ompreng makanan perlu disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat, baik peserta didik maupun kelompok nonpeserta didik seperti ibu menyusui (Busui), ibu hamil (Bumil), dan balita.

“Intinya adalah bagaimana kandungan gizi dalam satu ompreng menu makanan yang disediakan bagi penerima manfaat, baik peserta didik maupun nonpeserta didik, yaitu 3B, Busui, Bumil, dan Balita, itu tersaji dengan kandungan gizi yang cukup,” ujar Sudaryono dalam penandatanganan PKS antara BGN dan KKP di Jakarta, Rabu (30/9).

Menurut Sudaryono, ikan hasil tangkapan laut juga memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan protein tersebut. Jenis ikan yang digunakan dapat disesuaikan dengan hasil perikanan yang tersedia di suatu wilayah.

“Yang kami ingin sebetulnya tidak hanya itu, kami ingin memperlakukan perikanan tangkap di laut juga. Karena kandungan gizinya juga baik, apakah itu tongkol, apakah itu tuna, apakah itu ikan-ikan yang lain,” kata pria yang akrab disapa Mas Dar tersebut.

Sudaryono menuturkan, penerapan menu MBG tidak harus seragam di seluruh Indonesia. Penyediaannya dapat mengikuti karakteristik wilayah, termasuk potensi dan ketersediaan bahan pangan serta kebiasaan konsumsi masyarakat setempat.

Pendekatan tersebut membuka ruang lebih besar bagi pemanfaatan hasil perikanan lokal. Ikan yang tersedia di suatu daerah dapat masuk dalam menu MBG selama memenuhi kebutuhan gizi yang ditetapkan.

BGN juga menyatakan dukungan terhadap gerakan gemar makan ikan yang digagas KKP. Lembaga tersebut bahkan membuka peluang menjadi offtaker hasil perikanan untuk kemudian disalurkan sebagai bahan menu MBG.

“Jadi kami ingin dalam satu menu makanan kita itu ada ikan, kandungan asupan protein yang cukup, itu yang paling utama, dan salah satunya adalah ikan. Jadi kami mendukung gerakan gemar makan ikannya Kementerian KKP, kami siap untuk menjadi offtaker dan kemudian memperlakukan ini ke menu-menu ompreng,” tutur Sudaryono.

Dengan pemanfaatan ikan lokal, menu MBG diharapkan tak hanya memenuhi kebutuhan protein, tetapi juga ikut menggerakkan potensi perikanan di daerah.

Baca Juga: BGN Bakal Aktivasi 480 Dapur MBG di Wilayah Indonesia Timur dan 3T mulai 2 Oktober 2026

Jadi, kalau selama ini tongkol dan tuna punya wilayah jelajah di laut, ke depan boleh jadi “wilayah jelajahnya” bertambah: dari laut, ke dapur MBG, lalu mendarat di ompreng. Selamat menikmati menu baru MBG! (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan