← Beranda
Hj. Machfudhoh Aly Ubaid Wafat, Jejak Tokoh Perempuan NU dari Pesantren hingga DPR RI
Dony Lesmana Eko Putra• Senin, 5 Oktober 2026 | 18.11 WIB
Mustasyar PBNU Hj. Machfudhoh Aly Ubaid meninggal dunia, dimakamkan di Tambakberas. (Istimewa)

JawaPos.com - Kabar duka datang dari keluarga besar Pondok Pesantren Bahru Ulum Tambakberas, Jombang dan Nahdlatul Ulama (NU). Hj. Machfudhoh Aly Ubaid, meninggal dunia pada Ahad, 4 Oktober 2026, sekitar pukul 22.30 WIB di kediamannya dikawasan Kalibata, Jakarta.

Almarhumah merupakan putri sulung dari pasangan KH. Abdul Wahab Chasbullah dan Nyai Hj. Sa'diyah (Rahmah binti Abdul Majid) dan merupakan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). 

Alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, sekaligus Wakil Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Bahrul Ulum, H. Abdurrahman, mengatakan jenazah diberangkatkan dari Jakarta ke Jombang, Jawa Timur sekitar pukul 02.30 WIB pada Senin (5/10).

"Innalillahi wainna ilaihi roojiun. Allahumaghfirlaha warhamha wa’afiha wa’fuanha. Ya Ibu Nyai Hj. Mahfudhoh Aly Ubaid binti KH. Abdul Wahab Chasbullah wafat tadi malam  4 Oktober 2026 di Jakarta," ungkap Abdurrahman yang dikonfirmasi JawaPos.com Senin (5/10).

"Jenazah pagi tadi sekitar pukul 02.30 WIB diberangkatkan ke Jombang dan dimakamkan di kompleks pemakaman Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, kemungkinan setelah sholat Ashar," ujar Abdurrahman.

Menurut dia, almarhumah dimakamkan dalam satu kompleks dengan ayahandanya, KH Abdul Wahab Chasbullah, yang dikenal sebagai salah satu pendiri Nahdlatul Ulama.

Tetap Aktif Berorganisasi di Usia Senja

Abdurrahman mengenang Hj. Machfudhoh Aly Ubaid sebagai sosok yang tetap memiliki semangat tinggi dalam berorganisasi meski telah memasuki usia senja.

Selain dikenal sebagai tokoh politik, kepedulian almarhumah terhadap generasi muda juga terus ditunjukkan melalui nasihat dan perhatian di bidang pendidikan, organisasi, maupun keagamaan.

"Beliau luar biasa semasa hidupnya, tak pernah mengeluh apa pun. Bukan hanya kalangan atas atau orang mampu, masyarakat bawah pun dirangkul," kata Abdurrahman.

Menurutnya, sikap tersebut menjadi salah satu pelajaran penting bagi para alumni yang pernah mengenal dan berinteraksi dengan almarhumah.

"Perilaku beliau menjadi contoh kami dalam berorganisasi, bernegara, bahkan untuk keluarga," imbuhnya.

Keluarga besar juga memohon doa dari masyarakat agar almarhumah Hj. Machfudhoh Aly Ubaid mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

"Insyaallah almarhumah almaghfurlaha berpulang dalam keadaan husnul khotimah, diampuni segala khilaf dan dosa, diterima segala amal kebaikan, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah Ta’ala," tambah Abdurrahman.

Keluarga juga berharap seluruh keluarga, kerabat, dan orang-orang yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kesabaran dalam menghadapi kepergian almarhumah.

Kepergian Hj. Machfudhoh Aly Ubaid meninggalkan duka bagi keluarga besar, warga NU, para alumni, serta masyarakat yang selama ini mengenal kiprahnya dalam organisasi, pendidikan, keagamaan, dan kehidupan sosial.

Profil Nyai Machfudhoh Aly Ubaid, Tokoh Perempuan NU yang Aktif di Politik

Nyai Hj. Machfudhoh Aly Ubaid merupakan salah satu tokoh perempuan Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki kiprah panjang di bidang pendidikan, organisasi, pesantren, hingga politik nasional.

Sejak kecil, Nyai Machfudhoh Aly Ubaid mendapatkan pendidikan langsung dari kedua orang tuanya. Latar belakang pendidikan tersebut menjadi salah satu bekal dalam perjalanan pengabdiannya di lingkungan pesantren dan organisasi.

Pada 1976, Nyai Machfudhoh dipercaya menjadi Ketua Umum Fatayat NU. Kiprahnya kemudian berkembang ke dunia politik setelah aktif berdialog dengan Ketua Umum PP Muslimat NU saat itu, Asma Sahroni, mengenai berbagai persoalan masyarakat.

Pada 1986, Nyai Machfudhoh Aly Ubaid menggantikan almarhum Yahya Ubaid sebagai anggota MPR. Setahun kemudian, sekitar 1987, ia melanjutkan kiprahnya sebagai anggota DPR RI.

Selain politik, Nyai Machfudhoh juga aktif dalam organisasi dan pendidikan. Ia pernah menjabat Wakil Ketua Departemen Dakwah DPP PPP, Ketua I Pucuk Pimpinan Muslimat NU, serta Ketua I Yayasan STAI Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Memasuki awal 1994, Nyai Machfudhoh Aly Ubaid mulai menjalankan peran sebagai pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Sementara itu, pada periode 2020-2025, ia tercatat sebagai anggota Majelis Kehormatan DPP PPP.

Nyai Hj. Machfudhoh Aly Ubaid juga sempat masuk  dalam struktur tim pemenangan Prabowo pada November 2023 saat ditunjuk sebagai salah satu anggota Dewan Pembina/Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.

Perjalanan tersebut menjadikan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid dikenal sebagai tokoh perempuan NU yang memiliki kiprah di berbagai bidang, mulai dari pesantren, pendidikan, organisasi keagamaan hingga politik nasional.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra