← Beranda
Program Kopdes Merah Putih Dinilai Tidak Memadai untuk Kemandirian Ekonomi
Dimas Choirul• Senin, 12 Oktober 2026 | 22.31 WIB
PROGRAM PUSAT: Aktivitas pembangunan Koperasi Merah Putih di Pacitan yang belum selesai hingga saat ini. (NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN)

 

JawaPos.com - Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dinilai tidak memadai untuk menciptakan kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Penilaian itu diungkap oleh para ahli yang disurvei oleh Center of Economic and Law Studies (CELIOS). 

Hasil gambaran itu terlihat dari laporan survei terbaru CELIOS yang bertemakan "Rapor Kinerja 2 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran".

Berdasarkan survei tersebut, sebanyak 91% responden ahli menilai tidak setuju bahwa rancangan dan implementasi program Kopdes Merah Putih sudah memadai untuk menciptakan kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. 

Sementara 6 persen ahli bersikap netral dan hanya 3 persen ahli yang menilai setuju.

Baca Juga: PKB Dukung 1.000 % Buat Prabowo Dua Periode, Realisasi Program MBG hingga Kopdes Jadi Alasannya

"Penilaian negatif juga terlihat dari kelompok masyarakat umum. Sebanyak 66 persen responden menyatakan tidak setuju terhadap program Kopdes Merah Putih. Sebaliknya, hanya 21 persen yang menyatakan setuju, sedangkan 13 persen lainnya mengaku tidak tahu," kata Direktur Utama CELIOS Bhima Yudhistira dalam laporannya, Senin (12/10).

Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden, baik dari kalangan ahli maupun masyarakat umum, belum meyakini bahwa perencanaan dan pelaksanaan Kopdes Merah Putih sudah memadai untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

Survei dalam laporan tersebut dilakukan pada 15 September hingga 9 Oktober 2026 dengan pendekatan yang dibedakan berdasarkan kelompok responden. 

Untuk survei ahli menggunakan metode snowball sampling, yakni responden awal yang memenuhi kriteria keahlian diminta merekomendasikan ahli lain yang relevan dengan topik penelitian.

Sementara masyarakat umum, CELIOS menggunakan metode nonprobability sampling melalui Meta Ads, kemudian melengkapi data dengan pembobotan (weighting) agar komposisi sampel menyesuaikan karakteristik populasi yang menjadi acuan.

Baca Juga: Kemenkop Dorong Kopdes Merah Putih Terlibat dalam Tata Kelola Tambang Timah

Survei ahli tersebut melibatkan 129 responden dengan latar belakang keahlian, wilayah domisili, dan pengalaman profesional yang beragam. Sementara survei masyarakat umum melibatkan 1.142 responden yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.

Dalam laporan metodologinya, CELIOS menyebutkan bahwa penyusunan instrumen survei dilakukan melalui sejumlah tahapan, termasuk pengujian validitas dan reliabilitas serta penelaahan oleh pihak eksternal. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pertanyaan disusun secara objektif, memiliki kualitas pengukuran yang memadai, dan dapat dipertanggungjawabkan secara metodologis.

Pengujian terhadap instrumen survei ahli menunjukkan bahwa skala penilaian kinerja pemerintah yang terdiri atas 11 item memiliki reliabilitas sangat baik, dengan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,895. Sementara itu, nilai Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) mencapai 0,797, dengan hasil uji Bartlett menunjukkan signifikansi di bawah 0,001.

Baca Juga: Bulog Tak Batasi Stok Beras untuk Kopdes Merah Putih

Adapun instrumen survei masyarakat umum menunjukkan konsistensi internal yang sangat tinggi. Hasil pengujian mencatat nilai Cronbach’s alpha terstandarisasi sebesar 0,950 dan McDonald’s omega sebesar 0,952. Nilai KMO mencapai 0,956, dengan uji Bartlett menunjukkan signifikansi di bawah 0,001.

EDITOR: Ilham Safutra