← Beranda
Gacor di Piala Dunia 2026! Eloy Room Cetak 15 Penyelamatan, Bawa Curacao Ukir Sejarah Lawan Ekuador
Moch. Rizky Pratama Putra• Minggu, 21 Juni 2026 | 20.23 WIB
Kiper Curacao Eloy Room melakukan 15 penyelamatan gemilang saat menahan imbang Ekuador 0-0 pada laga Grup E Piala Dunia 2026. (FIFA)

 

JawaPos.com - Kiper Curacao Eloy Room menjadi pahlawan saat menahan imbang timnas Ekuador 0-0 pada laga Grup E Piala Dunia 2026. Bermain di depan 68.598 penonton, penjaga gawang berusia 37 tahun itu mencatatkan 15 penyelamatan dan membantu Curacao meraih poin pertama dalam sejarah penampilan mereka di ajang Piala Dunia.

Hasil tersebut terasa seperti kemenangan bagi Curacao. Negara kecil berpenduduk sekitar 156 ribu jiwa itu sukses meredam gempuran timnas Ekuador yang melepaskan 27 tembakan sepanjang pertandingan piala dunia.

Bagaimana Eloy Room Menggagalkan Kemenangan Ekuador?

Sejak menit-menit awal, Eloy Room sudah menunjukkan kelasnya di bawah mistar. Pada menit ketiga, dia melakukan penyelamatan krusial saat menggagalkan peluang emas Enner Valencia yang sudah berhadapan satu lawan satu.

Baca Juga: Kisah Ali Al-Hamadi: Dari Keluarga Pengungsi di Liverpool hingga Antar Timnas Irak ke Piala Dunia 2026

Momen tersebut menjadi titik balik pertandingan. Jika gol tercipta, Curacao berpotensi kembali mengalami malam sulit seperti saat dihajar Jerman 1-7 pada laga pembuka.

Room terus bekerja keras sepanjang pertandingan. Berbagai peluang berbahaya Ekuador berhasil dimentahkan melalui refleks cepat dan penempatan posisi yang nyaris sempurna. Penampilan luar biasa itu membuat mantan bek Arsenal sekaligus analis BBC Sport, Martin Keown, sampai berseloroh membutuhkan kalkulator untuk menghitung jumlah penyelamatan yang dilakukan sang kiper.

"Berikan tepuk tangan, Room. Benar-benar luar biasa. Jumlah penyelamatannya, kau hampir saja mengeluarkan kalkulator di akhir pertandingan untuk menghitungnya," ujar Keown.

Baca Juga: Menang Telak atas Swedia, Timnas Belanda Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan: Ronald Koeman Kirim Peringatan untuk Para Rival

Menurut Keown, daftar penyelamatan Room terasa seperti tidak ada habisnya. Dia menilai refleks kiper Curacao tersebut tampil di level tertinggi dan seolah ditakdirkan menjaga gawangnya tetap perawan sepanjang laga.

Samai Rekor Piala Dunia yang Bertahan Sejak 1966

Catatan 15 penyelamatan yang dibuat Room bukan sekadar statistik biasa. Berdasar data Opta, tidak ada kiper lain yang mampu mencatat lebih banyak penyelamatan dalam waktu normal 90 menit sejak pencatatan data dimulai pada 1966.

Jumlah tersebut menyamai rekor yang sebelumnya pernah dibuat Tim Howard saat membela Amerika Serikat melawan Belgia pada Piala Dunia 2014. Bedanya, Howard tetap kebobolan dua kali pada babak tambahan waktu. Sementara itu, Room berhasil mempertahankan clean sheet hingga peluit akhir berbunyi. 

Ekuador bahkan memiliki expected goals (xG) sebesar 3,05, angka yang biasanya cukup untuk menghasilkan beberapa gol dalam satu pertandingan. Usai laga, Room menanggapi rekor tersebut dengan santai. Dia bahkan bercanda bahwa Tim Howard mungkin berkeringat menyaksikan penampilannya dari rumah.

Kiper Miami FC itu juga berseloroh dirinya kini layak mendapatkan patung di Curacao. Candaan tersebut menggambarkan betapa spesialnya pencapaian yang baru saja diraih.

Perjalanan Kiper Veteran yang Menjadi Pahlawan Curacao

Keberhasilan Curacao tampil di Piala Dunia 2026 juga tidak lepas dari kontribusi Room. Pada November lalu, dia melakukan penyelamatan penting saat bermain imbang 0-0 melawan Jamaika yang memastikan tiket ke putaran final.

Baca Juga: Perjalanan Deniz Undav, Supersub Jerman yang Memimpin Comeback: Dari Buruh Pabrik hingga Bintang Piala Dunia

Room lahir di Nijmegen, Belanda, dan sempat membela tim nasional Belanda kelompok umur. Mantan striker legendaris Patrick Kluivert menjadi sosok yang meyakinkannya untuk memperkuat Curacao, negara asal sang ayah.

Karir profesional Room cukup panjang di Eropa. Dia mencatat lebih dari 200 penampilan di Eredivisie selama satu dekade dan pernah merasakan gelar juara liga bersama PSV serta trofi piala bersama Vitesse.

Pada 2019, dia pindah ke Amerika Serikat dan bergabung dengan Columbus Crew. Bersama klub tersebut, Room memenangkan MLS Cup 2020 dan meraih penghargaan penyelamatan terbaik musim itu.

Baca Juga: Cara Atlet Sepak Bola Mengembalikan Performa saat Jeda Babak Kedua

Saat ini dia membela Miami FC yang bermain di kasta kedua sepak bola Amerika Serikat. Menariknya, Room mengaku gemar bermain padel dan percaya olahraga tersebut membantu meningkatkan refleksnya sebagai penjaga gawang.

Curacao Ukir Sejarah di Panggung Dunia

Hasil imbang melawan Ekuador jadi salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola Curacao. Negara Karibia itu datang ke Piala Dunia sebagai tim peringkat ke-82 FIFA dan menjadi negara terkecil yang pernah tampil di turnamen tersebut.

Sebelum menghadapi Ekuador, Curacao mengalami kekalahan telak 1-7 dari Jerman. Namun, anak asuh Dick Advocaat mampu bangkit dan menunjukkan mentalitas luar biasa saat menghadapi lawan yang berada lebih dari 50 peringkat di atas mereka.

Baca Juga: Sambut Visi Presiden Prabowo, PB PASI Siap Akselerasi Prestasi Atletik Jangka Panjang

Keberhasilan meraih satu poin membuat Curacao masuk dalam daftar langka. Mereka menjadi tim ketiga dengan peringkat FIFA 80 atau lebih rendah yang mampu meraih poin di Piala Dunia.

Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima turut hadir di stadion untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut. Kehadiran keluarga kerajaan menambah makna spesial dari pencapaian Curacao.

Room mengaku masih sulit mencerna apa yang baru saja terjadi. Menurut dia, penyelamatan pertama atas peluang Valencia memberi kepercayaan diri yang kemudian menular ke seluruh tim.

"Saya masih harus memproses semuanya. Pertandingan ini penuh emosi. Penyelamatan pertama memberi kepercayaan diri dan kami semua berkembang. Ini adalah usaha tim," kata Room.

Baca Juga: Matheus Cunha Emosional usai Cetak Brace untuk Timnas Brasil Tumbangkan Haiti

Curacao kini masih memiliki satu laga tersisa melawan Pantai Gading. Jika mampu menciptakan kejutan dan meraih kemenangan, mereka berpeluang lolos ke babak 32 besar.

Apa pun hasil berikutnya, malam ketika Eloy Room membuat 15 penyelamatan dan menahan imbang Ekuador akan selalu dikenang. Curacao membuktikan negara kecil pun bisa menciptakan kisah besar di panggung sepak bola dunia.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah