
Swiss bantai Bosnia 4-1 lewat taktik jeda hidrasi. (Instagram/@swissnatimen)
JawaPos.com – Waktu istirahat selama 15 menit pada pertandingan sepak bola ternyata menjadi momen penting yang menentukan performa pemain sepak bola di babak kedua. Bagi atlet profesional, jeda tersebut bukan sekadar waktu untuk beristirahat, melainkan kesempatan untuk memulihkan energi, mengganti cairan tubuh yang hilang, dan menjaga fokus agar tetap optimal.
Director of Sports Performance and Nutrition Education Herbalife Dr. Krissy Ladner mengatakan, banyak atlet kehilangan cairan dalam jumlah besar selama pertandingan. Kehilangan cairan tersebut dapat berdampak langsung terhadap kemampuan fisik maupun konsentrasi pemain.
“Atlet dapat kehilangan antara satu hingga tiga liter keringat setiap jam selama latihan. Bahkan penurunan berat badan sebesar 2 persen akibat kehilangan cairan sudah cukup untuk menurunkan performa secara signifikan,” kata Dr. Ladner kepada wartawan, Sabtu (20/6).
Baca Juga:Fenomena El Nino Godzilla Buat Nyamuk Semakin Buas, Dokter Minta Lakukan Langkah Antisipasi
Menurut dia, dehidrasi dapat mengurangi kecepatan sprint, menurunkan kemampuan menggiring bola, memperlambat waktu reaksi, hingga meningkatkan rasa lelah. Jika kehilangan cairan mencapai 4 persen dari berat badan, kondisi tersebut bahkan dapat memerlukan penanganan medis.
Karena itu, atlet memanfaatkan waktu jeda pertandingan untuk mengembalikan energi dan cairan tubuh yang hilang. Keringat yang keluar saat bermain bukan hanya terdiri atas air, tetapi juga mengandung elektrolit seperti natrium, klorida, kalium, magnesium, dan kalsium.
Natrium dan klorida berfungsi menjaga keseimbangan cairan dan kontraksi otot. Kalium membantu fungsi otot dan saraf, sementara magnesium dan kalsium berperan dalam kesehatan otot dan transmisi sinyal saraf.
Ketika kadar mineral tersebut menurun, tubuh dapat menunjukkan berbagai gejala seperti kram otot, sakit kepala, kelelahan, pusing, hingga melambatnya respons tubuh. Dr. Ladner menjelaskan, strategi pemulihan atlet selama jeda pertandingan umumnya berfokus pada tiga aspek utama, yakni karbohidrat, elektrolit, dan cairan.
Untuk karbohidrat, atlet dianjurkan mengonsumsi 30 hingga 60 gram karbohidrat sederhana yang mudah dicerna. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui minuman olahraga, pisang, gel karbohidrat, atau camilan energi.
Asupan tersebut bertujuan mengisi kembali cadangan glikogen otot yang digunakan selama aktivitas berintensitas tinggi seperti sprint dan perubahan arah. Selain itu, karbohidrat juga membantu menjaga fokus dan fungsi otak selama pertandingan.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
