← Beranda
Prabowo-Jokowi Bertemu di Kertanegara, Pengamat Singgung Kesepakatan Politik
Muhammad Ridwan• Kamis, 8 Oktober 2026 | 17.41 WIB
Ilustrasi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa (6/10) malam, menjadi perhatian publik.

Sebab, pertemuan itu digelar di tengah pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal gugatan syarat pendidikan Wapres Gibran Rakabuming Raka saat masih menjadi calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2024.

Pengamat politik Arifki Chaniago melihat pertemuan Prabowo dan Jokowi memiliki makna politik yang lebih luas. 

Momentum pertemuan tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan isu ijazah yang saat itu tengah menjadi perhatian publik.

Baca Juga: Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan

Menurutnya, sejumlah kemungkinan dapat muncul dari pertemuan dua tokoh yang pernah berada dalam satu kontestasi politik tersebut.

"Kalau kita membaca pertemuan Pak Prabowo dengan Pak Jokowi menjelang putusan MK, kalau kita baca secara utuh ini tentu Pak Prabowo dan juga Pak Jokowi yang tahu. Tapi kalau kita baca ini tentu lebih kepada momentum apakah ada yang didealkan atau disepakati di belakang layar," kata Arifki Chaniago saat dihubungi JawaPos.com, Kamis (8/10).

Arifki menilai, isu ijazah bisa saja menjadi salah satu hal yang muncul dalam pembicaraan tersebut.

Namun, ia menduga terdapat pembahasan lain yang berkaitan dengan arah politik Prabowo dan Jokowi ke depan.

"Soal ijazah mungkin menjadi isu yang hanya tidak terlalu tebal dibicarakan di momen itu, tapi lebih bagaimana momentum kalkulasi atau duet ke depan yang akan dipilih oleh Pak Prabowo maupun Pak Jokowi," ucapnya.

Baca Juga: Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi

Menurut Arifki, pertemuan tersebut berpotensi menjadi awal dari pembicaraan politik yang lebih panjang.

Terlebih, pertemuan itu berlangsung menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Apakah berhubungan dengan distribusi kabinet, atau berhubungan dengan beberapa variabel yang menurut saya apakah ada opsi-opsi alternatif?" tuturnya.

Ia mengatakan, arah hubungan politik antara Prabowo dan Jokowi juga menjadi salah satu hal yang menarik untuk dicermati.

Termasuk apakah keduanya akan tetap berjalan bersama dalam konstelasi politik mendatang, yakni Pemilu 2029.

Baca Juga: Jokowi dan SBY Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI di Mabes TNI Cilangkap

"Saya rasa ini juga akan berhubungan dengan konstelasi politik, apalagi sebelumnya ada pergantian Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri," urainya.

Arifki kemudian mengaitkan pertemuan tersebut dengan hubungan politik Prabowo dan Jokowi yang telah terjalin dalam perjalanan politik sebelumnya.

Ia menilai ada kemungkinan pembicaraan mengenai kesepakatan tertentu di antara keduanya.

Meski demikian, Arifki menekankan bahwa publik tidak dapat memastikan isi pembicaraan Prabowo dan Jokowi.

Sebab, pertemuan tersebut berlangsung tertutup dan tidak seluruh detail pembahasannya disampaikan kepada media.

Baca Juga: Menperin Era Jokowi Beri Empat Catatan Penting untuk Sarmuji agar Sektor Industri Maju

"Tapi pastinya, kalau kita melihat konteksnya kan tidak bisa kita pastikan karena kan juga tidak dipublikasikan ke media. Dan saya rasa makna politiknya memang mengarah ke sana, meskipun karena memang ini bertepatan dengan momentum soal ijazah, tapi tafsirnya juga akan mengarah ke berbagai hal," jelasnya.

Jokowi Bertemu Prabowo 2 Jam di Kertanegara

Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Selasa (6/10) malam. Pertemuan kedua tokoh tersebut berlangsung secara tertutup. 

Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah, membenarkan adanya pertemuan tersebut. Menurutnya, kedatangan Jokowi atas undangan Prabowo.

"Pak Prabowo mengundang Pak Jokowi ke Kertanegara. Pertemuan dimulai pada pukul 19.00 hingga sekitar pukul 21.00," ungkap Syarif kepada wartawan, Rabu (7/10).

Syarif tidak membeberkan secara rinci pembicaraan antara Jokowi dan Prabowo. Namun, dia menyebut pertemuan tersebut sebagai agenda silaturahmi antara kedua tokoh.

Baca Juga: Tanggapan Jokowi Ketika Listyo Sigit Dicopot dari Kapolri: Itu Hak Prerogatif Presiden

Pertemuan Jokowi dan Prabowo itu berlangsung pada malam yang sama ketika Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang pembacaan putusan terkait perkara syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka.

Namun, Syarif memastikan putusan MK mengenai perkara tersebut tidak menjadi topik pembicaraan keduanya. "Tidak ada," pungkasnya.

EDITOR: Bayu Putra