Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Januari 2019 | 20.15 WIB

Ketika Minyak di Sumur-sumur Tua Blora Menipis

Sumur minyak tua di hutan jati Ledok Kecamatan Sambong, Blora. - Image

Sumur minyak tua di hutan jati Ledok Kecamatan Sambong, Blora.

JawaPos.com - Blora merupakan salah satu wilayah yang kaya minyak. Ratusan sumur tua ada di sana. Investor pun tertarik untuk datang. Namun, mereka harus jeli sebelum berinvestasi. Jika tidak, mereka bakal gigit jari, bahkan tertipu.


---


SUARA mesin diesel meraung-raung di bawah pohon jati yang menjulang di hutan Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Blora, Jawa Tengah. Saking banyaknya mesin diesel yang beroperasi, derunya terdengar seperti irama musik. Jalan terjal membelah deretan pohon jati.


Untuk sampai ke sumber suara itu, diperlukan tenaga ekstra. Dengan naik motor biasa saja, badan terasa pegal-pegal. Itu pula yang kami alami Senin pekan lalu (21/1).


Lalu, ketika kami mendekati salah satu sumber suara, seseorang berada di balik mesin yang sudah usang. Dia sedang mengendalikan mesin. Satu orang lain berada di dekat menara yang terbuat dari kayu.


Dua orang itu menambang minyak. Di hutan jati tersebut, terdapat sumur minyak peninggalan Belanda. Mesin diesel yang berderu tersebut adalah mesin mobil bekas yang dimodifikasi untuk menarik dan memasukkan pipa timba ke dasar bumi sedalam 100 sampai 500 meter. Untuk mengambil minyak yang tersimpan di dalamnya.


Saat dikeluarkan dari sumur, timba itu berisi cairan hitam yang bercampur air dan berbau sangat menyengat. Itulah minyak mentah. "Sekarang sepi. Hasilnya sedikit," kata Rozak, penambang minyak di hutan jati Ledok.


Meski hasil sedikit, masih banyak yang berebut tuah minyak di sumur-sumur tua itu. Bahkan, mereka rela bertaruh menanamkan modal ratusan juta hingga miliaran rupiah ke bisnis penambangan minyak tersebut. Misalnya yang terlihat di hutan jati Ledok itu.


Tak kurang dari tujuh orang dari Jakarta dan Jawa Barat yang menanamkan modal di tempat tersebut. Bahkan, beberapa waktu lalu para penambang menyebutkan, ada 20 orang dari Jakarta yang datang dan berencana menginvestasikan uang ke bisnis tersebut.


Banyaknya investor yang tertarik dengan minyak itu dimanfaatkan oleh penambang nakal untuk bermain. Penambang nakal memanipulasi sumur tua agar bisa diminati investor. Keterangan tersebut didapatkan oleh Jawa Pos Radar Bojonegoro ketika menelusuri lokasi sumur untuk melihat geliat bisnis minyak mentah itu pekan lalu.


Joko (bukan nama sebenarnya), penambang sumur minyak tua, menyebutkan, pernah ada praktik kotor investasi minyak.


"Itu sudah modus yang biasa, Mas," ucap dia. Modusnya, lanjut Joko, penambang nakal mengisikan minyak mentah ke sumur tua yang tidak lagi berproduksi.


Setelah itu, minyak dibiarkan dulu di dalam sumur. Sumur tersebut lantas ditawarkan kepada investor dari luar kota. "Untuk meyakinkan bahwa itu adalah sumur baik, juga didukung dengan data produksi sumur tersebut selama ini, yang baik," imbuhnya.


Menurut dia, itu adalah modus yang sudah lama dilakukan oleh penambang. Tujuannya tentu menarik investor. "Tapi, itu sudah lama. Sudah sekitar dua tahun lalu. Kalau sekarang, saya kok sudah tidak melihatnya lagi," kilahnya. Namun, ketika Joko tidak melihatnya lagi, tidak berarti praktik itu benar-benar sudah tidak ada.


Jika Joko berani terbuka, Koordinator Perkumpulan Penambang Minyak Sumur Timba (PPMST) Desa Ledok Suprihantono malah menampiknya. Dia mengatakan, tidak ada praktik investasi bodong di wilayah Ledok. Apalagi sampai investor dibodohi dengan sumur yang diisi minyak. "Di sini beda, Mas, dengan Kawengan (wilayah Blora lainnya, Red) yang menipu investor dengan menunjukkan video sumur yang keluar minyak. Tapi, itu bukan video sebenarnya, malah sumur yang lain," dalihnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore