
MASIH KOSONG: Bangunan KDMP Desa Jejeruk, Blora Kota, sudah jadi, tapi kunci dibawa pihak Kodim. Sementara di dalamnya tidak ada rak untuk display sembako. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR KUDUS)
JawaPos.com - Puluhan desa di Kabupaten Blora telah menuntaskan pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Namun, kondisi gedung masih dalam keadaan kosong dan dilakukan serah terima kepada pemerintah desa atau pengurus koperasi.
Ketua KDMP Desa Jejeruk Jefryanto mengaku tidak ada keterlibatannya dalam proses pembangunan dan operasional gedung KDMP. Sebagai ketua, dia juga tidak memegang kunci gedung KDMP. “Semua kunci gedung yang sudah jadi itu, masih dibawa Koramil Blora Kota. Katanya Babinsa Desa Jejeruk itu, ketika sudah dilakukan serah terima baru pegang,” ucapnya belum lama ini.
Dia menyampaikan, gedung KDMP Jejeruk sudah selesai, rak serta gondola untuk gerai sudah dikirimkan, dan dilanjutkan penataan. Pembangunan KDMP Jejeruk juga dimulai pada Desember dan selesai Maret. Namun, selama belum dilakukan serah terima, maka ia tidak pernah diberitahukan untuk pengisian dan operasional KDMP. “Bahkan listrik token saja ketika habis saya tidak tahu siapa yang harus ngisi. Kalau operasional KDMP nanti menunggu regulasinya dulu,” ungkapnya.
Untuk luas gedung KDMP Jejeruk yakni lebar 20 meter dan panjang 30 meter. Untuk ruangannya sendiri ada gerai sembako, klinik desa, gudang dan parkiran kendaraan. “Untuk anggota KDMP baru tiga orang saja dan itu anak-anak muda, sedangkan untuk pengurus KDMP ada lima orang. Untuk usaha yang nanti dijalankan belum ada, karena menunggu regulasi,” jelasnya.
Dia menerangkan, untuk nanti warga yang mau mendaftar sebagai anggota, syaratnya hanya warga setempat dan wajib membayar kas anggota. Keuntungan menjadi anggota KDMP Jejeruk ini, nanti setiap tahun akan memeroleh sisa hasil usaha (SHU) setiap tahun.
Dia mengaku, untuk usaha simpan pinjam belum diperbolehkan oleh Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Keci Menengah (Dindagkop UKM) Blora. “KDMP Jejeruk tidak menjual LPG subsidi, karena aturan baru yang tidak diperbolehkan. Sudah pernah saya ajukan, karena aturan baru di sistem koperasi desa (Simkopdes) tidak memenuhi untuk jual LPG subsidi,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Jepon Gatot menyampaikan, pembangunan gedung KKMP Jepon belum selesai. Namun, sudah berjualan minyak dan LPG subsidi.
“Usaha kami itu berjalan, karena ada hibah dari badan kerja sama desa (BKD) Rp 18 juta dan terhitung simpanan pokok Rp 1,5 juta. Jadi, kami punya modal usaha untuk bergerak dulu dengan jumlah anggota sekitar 130 orang,” katanya.
Dia menuturkan, penjualan LPG itu, jatah 100 tabung per bulan dengan pengiriman setiap pekan 50 tabung. “Kami jual sesuai HET (harga ecerean terendah). Ada juga Minyakkita yang kami jual sesuai HET juga,” ucapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022