
Batu yang diduga meteor di Kampung Astomulyo Dusun 5 Kecamatan Punggur, Lampung Tengah, Bandarlampung, Jumat (29/1). Camat Punggur/Antara
JawaPos.com–Sejumlah peneliti di bidang studi Sains Atmosfer dan Keplanetan Institut Teknologi Sumatera (Itera) segera turun ke Dusun 5, Desa Astomulyo, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah, untuk memastikan kebenaran batu meteor jatuh di desa itu.
”Saat ini belum dapat diketahui sampel tersebut, apakah batu biasa atau batu meteor. Sebab kita baru terjun langsung untuk memastikannya,” ujar Dosen Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAK) Institut Teknologi Sumatera (Itera) Robiatul Muztaba, seperti dilansir dari Antara di Bandarlampung, Jumat (29/1).
Dia mengatakan, tim peneliti akan terjun langsung dan melakukan uji laboratorium untuk memastikan unsur yang terkandung dalam batu yang diduga meteor tersebut.
”Kita uji terlebih dahulu di laboratorium, apakah batu tersebut sejenis di bumi atau dari luar angkasa, nanti malam mungkin kita sudah dapat hasilnya secara umum mengenai kebenaran akan unsur dalam batu,” kata Robiatul Muztaba.
Menurut dia untuk saat ini juga belum dapat dipastikan mengenai dentuman yang sempat terjadi pada Kamis (28/1) malam.
”Kalau dentuman belum dapat dipastikan. Sebab, bila hujan meteor seharusnya ada cahaya memanjang, namun untuk siklus hujan meteor puncaknya sudah terjadi pada tanggal 3 hingga 4 Januari. Untuk sampel yang dimiliki warga akan kita teliti terlebih dahulu unsur yang terkandung,” tutur Robiatul Muztaba.
Hal serupa juga dikatakan Camat Punggur Priyadi. ”Kita telah cek ke lokasi, tepatnya di Kampung Astomulyo, Dusun 5, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah, mengenai batu yang diduga meteor jatuh,” ujar Priyadi.
Dia mengatakan, diameter batu yang diduga meteor tersebut berkisar 25 sentimeter dengan berat 2 kilogram.
”Berdasar penuturan warga batu tersebut jatuh saat ada petir pada Kamis malam, namun belum dipastikan apakah benar batu meteor atau bukan dan berkaitan tidak dengan dentuman, yang pasti untuk saat kita mencegah terjadinya kerumunan karena antusias warga cukup tinggi,” kata Priyadi.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=Ue1MM_bjtl0

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
