Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Maret 2022 | 12.57 WIB

Angin Kencang di Pesisir Selatan Jateng, BMKG Minta Warga Waspada

Bibit siklon 908 dan bibit siklon 95S berdampak terhadap peningkatan kecepatan angin di wilayah pesisir selatan Jawa Tengah. BMKG/Antara - Image

Bibit siklon 908 dan bibit siklon 95S berdampak terhadap peningkatan kecepatan angin di wilayah pesisir selatan Jawa Tengah. BMKG/Antara

JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah pesisir selatan Jawa Tengah mewaspadai potensi terjadinya angin kencang dalam beberapa hari ke depan.

”Bahkan di wilayah Kota Cilacap, angin kencang sudah terjadi sejak pagi hari. Tadi sempat terpantau mencapai 20 knot,” kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo seperti dilansir dari Antara di Cilacap.

Menurut dia, peningkatan kecepatan angin tersebut merupakan dampak dari munculnya bibit siklon 908 di Samudra Hindia barat daya Sumatra. Seelain itu, bibit siklon 95S di Samudra Hindia selatan Jawa Timur.

Menurut Teguh, BMKG akan terus mengamati perkembangan dua bibit siklon tersebut. Apakah akan menguat menjadi badai (siklon) atau akan melemah hingga akhirnya hilang.

”Bibit-bibit seperti ini yang biasanya mengakibatkan angin lebih kencang daripada setelah jadi siklon, karena setelah jadi biasanya sudah menjauh dari wilayah Indonesia. Kami akan terus mengamati perkembangan dua bibit siklon tersebut,” ucap Teguh.

Oleh karena itu, kata dia, masyarakat di wilayah pesisir selatan Jateng diimbau untuk mewaspadai potensi terjadinya angin kencang dalam beberapa hari ke depan sebagai dampak dari munculnya dua bibit siklon tersebut. Selain itu, bibit siklon tersebut juga berdampak terhadap peningkatan tinggi gelombang di laut selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta.

Disinggung mengenai prakiraan cuaca pada Maret di wilayah Jateng bagian selatan dan pegunungan tengah Jateng, Teguh mengatakan, akumulasi curah hujan di beberapa wilayah diprakirakan mulai menurun meskipun ada yang masih masuk kategori tinggi.

”Wilayah di sekitar pegunungan tengah masih masuk kategori tinggi hingga sangat tinggi. Kalau Cilacap dan Banyumas sudah masuk menengah hingga tinggi terutama di wilayah Cilacap bagian barat. Demikian pula dengan Banjarnegara, Kebumen, dan Purworejo juga masih tinggi,” terang Teguh Wardoyo.

Kendati jumlah akumulasi curah hujannya diprediksi mulai menurun, dia mengatakan, sifat hujan di wilayah tersebut masuk kategori normal. Kecuali di Purbalingga dan Banyumas bagian timur masuk kategori di atas normal.

Terkait dengan hal itu, dia memprakirakan beberapa wilayah di Jateng selatan dan pegunungan tengah Jateng akan memasuki awal masa peralihan dari musim hujan menuju kemarau pada April. ”Bulan Juli diprakirakan sudah memasuki musim kemarau,” kata Teguh.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore