JawaPos.com - Tak hanya melakukan penganiayaan dan penusukan, pelaku penusukan, Muh Nawi, juga sering cekcok dengan Sri Astuti, perempuan mantan istrinya. Bahkan, sering mengancam akan membunuh anaknya.
Hal ini diungkapkan oleh kakak ipar korban, Asriati, yang berdekatan dengan rumah majikan tempat kerja Sri Astuti, sebagai pekerja asisten rumah tangga di Jalan Wologito, Kembangarum Semarang Barat. Menurut Asriati, korban sering ribut dengan pria mantan suami sirinya tersebut.
"Sebelum kejadian kayak gini, itu sudah sering terjadi beberapa kali, sering datang ke sini, ribut. Sering ngancam-ngancam, kalau gak mau tanda tangan, tapi soal tanda tangan apa saya gak tau, itu anaknya mau dimatiin. Anaknya suami yang dulu, yang pertama," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (23/4).
Asriati juga membeberkan, pelaku Muh Nawi merupakan suami siri Astutik, nama panggilan adik iparnya tersebut. Pernikahan siri keduanya itu, Asriati mengaku tidak mengetahui secara persis kapan terjadinya.
"Dia suami siri, menikah sudah lama. Dulu kan adik saya pergi, itu lama gak pulang. Terus tiba-tiba dapat suami siri itu (Muh Nawi)," jelasnya.
Terkait kejadian penusukan pada Minggu (21/4/2024) sekitar pukul 20.00, Asriati juga membeberkan, awalnya pria tersebut datang ke rumah korban yang juga masih satu wilayah dengan rumah majikannya. Namun, korban masih berada di rumah majikan.
"Kemudian diantar sama keponakan korban juga. Terus, keponakan saya ngetuk pintu, terus dia keluar. Tiba tiba yang laki itu gak ngomong apa apa terus menghunus kan senjata pisau kemudian di tusuk-tusuk. Katanya sembilan tusukan," bebernya.
Aksi penusukan tersebut, terekam kamera CCTV. Penggalan video, terlihat pelaku sangat brutal dalam melakukan penusukan.
Setelah keluar pintu rumah, pelaku langsung mengeluarkan pisau dari tas kecil selempang. Selanjutnya tangan kiri mencekik bagian dagu dan tangan kanan menghunuskan pisau ke bagian leher. Hingga terdapat luka sayat.
"Itu Tutik keluar, terus tiba-tiba (pelaku) mengambil pisau. Masalah apa saya juga tidak tahu," jelasnya.
Korban yang berusaha menghindar kabur, masih terus dikejar pelaku. Tangan kiri memegang tubuh korban, dan tangan kanan menghunuskan pisau ke perut bagian samping hingga berulang kali.
Penusukan berhenti setelah pisau tersebut masih menancap di tubuh korban bagian bawah ketiak sebelah kanan. "Pisau masih menancap. Korban sempat teriak-teriak minta tolong, manggil suami saya. Mas Eko, aku dipateni (dibunuh) mas, mas, tolong mas," katanya menirukan ucapan korban.
"Tapi posisinya Mas Eko sedang ke atas, yang keluar saya. Terus dari tempat kos itu kan istri semua, tidak ada yang berani," sambungnya.
Sedangkan keponakan korban yang masih berada di lokasi tersebut juga tidak bisa berbuat apa-apa, lantaran pelaku membawa pisau. Setelah itu, pelaku pergi meninggalkan lokasi dan korban dalam kondisi tubuhnya masih berdarah-darah. Kemudian korban dibawa ke Rumah Sakit Colombia guna mendapatkan perawatan medis.
Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan kejadian ini langsung melakukan menuju lokasi. Sementara, rekan pelaku yang awalnya diajak minum-minuman keras dan dibawa ke lokasi malah ditinggalkan. Hingga akhirnya, rekan pelaku diamankan anggota Polsek Semarang Barat.
"Memang dari pelaku mengajak temannya. Sebelumnya sempat mabuk-mabukan. Tapi dia (rekan pelaku) tidak melakukan apa-apa di TKP," kata Kapolsek Semarang Barat, Kompol Andre Bachtiar.
Sebelumnya diberitakan, Sri Astuti, perempuan warga Kembangarum, Semarang Barat terpaksa dilarikan ke rumah sakit di Kota Semarang. Sebab, ibu rumah tangga ini mengalami sejumlah luka tusuk di tubuhnya akibat ulah laki-laki yang diduga mantan suaminya yang menikah secara siri. (mha)