
Petugas Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia menggiring salah satu tersangka kasus laboratorium narkoba berinisial N asal Rusia saat konferensi pers di Gianyar, Bali, Sabtu (7/3). (Rolandus Nampu/Antara)
JawaPos.com–Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap warga negara asing (WNA) asal Rusia yang mengelola laboratorium narkoba di Kabupaten Gianyar, Bali, menggunakan paspor ganda. Hal itu untuk menyamarkan identitas selama berada di Indonesia.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Pemberantasan BNN Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan mengatakan, tersangka perempuan berinisial NT diduga menggunakan beberapa dokumen perjalanan berbeda.
”Dokumen yang kita temukan di kamar saat penggerebekan ada tiga paspor. Paspor pertama adalah paspor dengan nama N yang digunakan di Rusia,” kata Roy seperti dilansir dari Antara.
Dia menjelaskan, dua paspor lainnya juga memuat foto tersangka yang sama, namun menggunakan identitas berbeda. Seluruh dokumen tersebut kini sedang dievaluasi bersama pihak imigrasi untuk memastikan keabsahannya.
”Seluruhnya diterbitkan Pemerintah Rusia dengan satu yang memang asli digunakan untuk perjalanan ke Indonesia,” ujar Roy Hardi Siahaan
Roy menyebutkan NT diketahui masuk ke Indonesia pada Januari 2026. Sebelum NT, terdapat seorang pria berinisial S yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut dan kini tengah diburu untuk ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).
Dalam menjalankan aksinya, tersangka menggunakan berbagai modus untuk menghindari deteksi aparat. Selain berpindah-pindah vila, tersangka juga menggunakan identitas berbeda saat memesan bahan kimia untuk produksi narkotika.
”Modus operandinya selain dia berpindah-pindah vila, dia juga berusaha memasukkan identitas lain dalam pengiriman barang. Jadi, tidak pakai nama langsung,” ungkap Roy Hardi Siahaan.
Hal itu terungkap dimana beberapa bahan kimia prekursor yang digunakan diketahui didatangkan dari luar negeri, terutama dari Tiongkok tidak menggunakan namanya sendiri. Dua zat utama yang digunakan dalam proses produksi mephedrone yakni metilamin dan hidrobromik juga dipesan dari Tiongkok.
Bahan kimia tersebut kemudian digunakan sebagai komponen utama untuk memproduksi narkotika sintetis jenis mephedrone yang termasuk narkotika golongan I sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 serta Permenkes Nomor 15 Tahun 2025.
Dari hasil penggerebekan di sebuah vila di kawasan The Lavana De’Bale Marcapada, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, pada Kamis (5/3), petugas menemukan laboratorium clandestine yang digunakan untuk memproduksi narkotika tersebut.
Barang bukti yang ditemukan berupa mephedrone dalam bentuk larutan hingga kristal dengan berat total sekitar 7,3 kilogram. Hasil pemeriksaan laboratorium forensik memastikan seluruh barang tersebut merupakan mephedrone.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022