
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin saat melakukan peninjauan Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan, Jawa Barat. (Istimewa)
JawaPos.com - Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin melakukan peninjauan Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan, Jawa Barat. Kegiatan ini untuk memastikan pelayanan mudik lebaran 2026 berjalan optimal.
Kedua stasiun ini diketahui melayani rute perjalan kereta jarak jauh yang cukup ramai di wilayah utara Jawa. Terlebih, Cirebon menjadi simpul perjalanan yang menghubungkan jalur utara Jawa dan jalur tengah menuju wilayah selatan, termasuk perjalanan menuju Yogyakarta, Purwokerto, hingga Jawa Timur.
Volume perjalanan pemudik terlihat sudah menunjukan kenaikan sejak Maret 2026. Oleh karena itu, KAI harus memastikan layanan berjalan baik, sehingga mobilitas masyarakat tidak terhambat.
“Cirebon memiliki peran penting sebagai simpul perjalanan kereta api di Pulau Jawa. Banyak pelanggan yang melakukan perjalanan lintas wilayah melalui stasiun ini, sehingga kesiapan layanan harus dipastikan berjalan baik,” ujar Bobby.
Dia mamastikan, KAI akan menempatkan kenyamanan pelanggan sebagai prioritas. Semua layanan, mulai dari pelayanan di stasiun, kebersihan fasilitas, kesiapan petugas, hingga dukungan layanan kesehatan bagi pelanggan akan dipastikan beroperasi sesuai standar.
“Kami ingin memastikan setiap pelanggan mendapatkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar sejak tiba di stasiun hingga sampai di tujuan,” imbuhnya.
Baca Juga:Pesut Etam Cuma Menang 2 Kali! Rekor 17 Pertemuan Borneo FC vs Persib Bandung di Era Super League
Bobby pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang memilih kereta api sebagai angkutan mudik.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanannya kepada kereta api. Kepercayaan ini menjadi semangat bagi seluruh Insan KAI untuk terus meningkatkan pelayanan selama masa Angkutan Lebaran,” tutup Bobby.
Pada 13 Maret 2026, KAI melayani 165.655 pelanggan kereta api jarak jauh dalam satu hari dengan tingkat okupansi mencapai 101,4 persen dari kapasitas 163.432 tempat duduk yang tersedia. Angka ini mencerminkan tingginya minat masyarakat melakukan perjalanan lebih awal menjelang Lebaran.
Tren tersebut berlanjut pada 14 Maret 2026. Hingga pukul 09.00 WIB, jumlah pelanggan yang telah memesan tiket untuk keberangkatan hari ini mencapai 166.288 orang atau 101,7 persen dari kapasitas harian yang tersedia. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena penjualan tiket berlangsung hingga pukul 24.00 WIB.
Sementara itu, penjualan tiket untuk keberangkatan 15 Maret 2026 telah mencapai 144.888 tiket atau 88,7 persen dari total kapasitas 163.432 tempat duduk yang disediakan untuk layanan kereta api jarak jauh.
Secara keseluruhan, penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026 terus meningkat. Hingga 14 Maret 2026 pukul 09.00 WIB, sebanyak 2.994.943 tiket telah terjual atau 66,6 persen dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan untuk layanan Kereta Api Jarak Jauh dan Kereta Api Lokal.
Untuk layanan Kereta Api Jarak Jauh, tiket yang telah terjual mencapai 2.789.022 tiket atau 78,1 persen dari total 3.571.760 tempat duduk yang tersedia. Dengan demikian masih terdapat sekitar 782.738 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk perjalanan mudik maupun arus balik.
Pada layanan Kereta Api Lokal, penjualan tiket tercatat 205.921 tiket atau 22,2 persen dari total 926.936 tempat duduk yang tersedia. Penjualan tiket kereta api lokal umumnya meningkat mendekati waktu keberangkatan karena sebagian besar layanan baru dapat dipesan mulai H-7 sebelum perjalanan.
