Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Maret 2026, 15.59 WIB

BMKG Deteksi 143 Titik Panas di Riau, Berpotensi Kebakaran Hutan

Sebaran titik panas di Provinsi Riau yang dideteksi BMKG sebagai indikasi kebakaran hutan dan lahan. (BMKG/Antara) - Image

Sebaran titik panas di Provinsi Riau yang dideteksi BMKG sebagai indikasi kebakaran hutan dan lahan. (BMKG/Antara)

 

JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 143 titik panas di Provinsi Riau. Jumlah terbanyak di Kabupaten Pelalawan yang mencapai 49 titik.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Bella R. Adelia menyampaikan, titik panas juga ada di Bengkalis (37), Rokan Hilir (27), Kota Dumai (14), Kepulauan Meranti (9), Siak (3), serta Indragiri Hilir dan Kampar masing-masing satu titik.

”Jumlah tersebut berdasarkan pembaruan data hingga Sabtu (14/3) pukul 23.00 WIB,” kata Bella R. Adelia seperti dilansir dari Antara di Pekanbaru.

Selain itu, jarak pandang di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada Minggu (15/3) pagi terpantau sepanjang empat kilometer dengan kondisi kabur. Begitu juga di Bandara Japura Indragiri Hulu jarak pandangnya empat kilometer, serta di Pelalawan enam kilometer, dan Kampar tujuh kilometer.

Sementara di Pulau Sumatra terdeteksi 222 titik panas dengan Provinsi Riau yang paling banyak. Kemudian Kepulauan Riau (30), Sumatera Selatan (13), Sumatera Barat (12), Jambi (10), Kepulauan Bangka Belitung (5), Bengkulu (4), Aceh (3), Sumatera Utara dan Lampung masing-masing satu.

Sejumlah daerah di Riau telah mengalami kebakaran hutan dan lahan beberapa hari belakangan. Di Kabupaten Kampar, tim gabungan masih terus melakukan pemadaman agar api tidak meluas, mengingat lokasinya cukup dekat dengan permukiman warga.

Selain itu, kebakaran juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, kemudian di Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, Tanah Putih di Rohil serta di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis.

Pemerintah Provinsi Riau menyampaikan terus memperkuat berbagai langkah penanganan karhutla, baik melalui operasi udara seperti modifikasi cuaca maupun melalui upaya pemadaman darat oleh tim gabungan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore