
Bupati Lebak, Moch. Hasbi Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah. (@protokollebak)
JawaPos.com - Hubungan antara Bupati Lebak, Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya, dan Wakil Bupati Amir Hamzah mendadak memanas. Suasana hangat acara Halal Bihalal di Pendopo Bupati Lebak, Senin (30/3), berubah mencekam setelah Hasbi melontarkan pernyataan kontroversial yang menyinggung masa lalu sang wakil.
Bupati Hasbi secara terbuka menyebut Amir Hamzah sebagai mantan narapidana yang seharusnya bersyukur bisa menjabat sebagai wakil bupati. Ucapan ini sontak memicu ketegangan di depan para tamu undangan dan ASN Pemkab Lebak.
Duduk Perkara Perseteruan Bupati dan Wakil Bupati Lebak
Baca Juga: Scorpio Akhir Maret 2026, Saat Pikiran Lebih Tenang dan Arah Finansial Mulai Menguat Stabil
Ketegangan bermula saat Bupati Hasbi menyoroti manuver kebijakan Amir Hamzah yang dinilai menabrak aturan birokrasi, terutama terkait pemanggilan kepala dinas ke kediaman pribadi. Hasbi mengingatkan bahwa tugas wakil bupati telah diatur ketat dalam Undang-Undang.
"Wakil Bupati itu dalam Undang-Undang ASN Pasal 66 sudah jelas tugasnya. Tidak boleh memanggil kepala dinas ke rumahnya," ujar Hasbi di Pendopo Bupati Lebak, Senin (30/3).
Puncak konflik terjadi saat Hasbi mengeluarkan sindiran tajam dalam bahasa Sunda yang mengarah pada serangan personal.
"Uyuhan bae mantan narapidana geus jadi wakil bupati, bersyukur," cetus Hasbi di hadapan audiens.
Usai insiden yang viral tersebut, Bupati Hasbi mencoba mendinginkan suasana. Ia mengklarifikasi bahwa pernyataannya tidak bermaksud menyerang secara pribadi, melainkan hanya gaya bicaranya yang memang memiliki intonasi tinggi.
"Jangan salah, itu memang intonasi saya seperti itu. Pak Amir Hamzah juga pernah mendapat penghargaan," kata Hasbi.
Ia bahkan menambahkan bahwa penyebutan status "mantan warga binaan" tersebut adalah bentuk apresiasi atas prestasi Amir yang mampu bangkit. "Kalau tidak salah dari Indoposco, beliau disebut sebagai mantan warga binaan yang menjadi wakil bupati berprestasi. Itu sebuah prestasi," katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
