
ilustrasi police line. (Istimewa)
JawaPos.com - Seorang pemilik hajatan di Purwakarta, Dadang, tewas setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok preman yang meminta jatah di daerah tersebut. Hingga kini, Satreskrim Polres Purwakarta masih memburu para pelaku yang terlibat dalam insiden tragis tersebut.
Peristiwa bermula saat acara hajatan yang digelar korban tiba-tiba diwarnai keributan. Sejumlah orang diduga membuat onar hingga situasi memanas dan berujung pada aksi kekerasan terhadap korban. Dadang disebut mengalami pemukulan hingga tak sadarkan diri di lokasi kejadian.
"Diduga ada sekelompok orang membuat keributan di acara hajatan yang kemudian berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri," ujar Kasi Humas Polres Purwakarta AKP Enjang Sukandi kepada wartawan, Minggu (5/4).
Menurut hasil penyelidikan awal, Enjang menyebut bahwa pelaku didugq berjumlah lebih dari dua orang. Namun, identitas mereka masih dalam proses pendalaman.
"Mudah-mudahan tidak ada lama lagi para pelaku bisa kita amankan. Mohon doanya kepada seluruh masyarakat. Kami dari Satreskrim Polres Purwakarta bergerak cepat," tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian saat ini tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap secara jelas peristiwa yang terjadi di tengah suasana hajatan tersebut.
Adapun dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan barang bukti berupa belahan bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban, terutama pada bagian kepala. Akibat serangan tersebut, korban langsung tak sadarkan diri.
Korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan. Enjang menyatakan penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan detail luka dan faktor penyebab meninggalnya korban.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
