
Pasukan elite AS berhasil mengevakuasi perwira tersebut dengan dukungan udara dan pengawasan (Gulf News)
JawaPos.com - Ketegangan di Timur Tengah semakin panas setelah sebuah jet tempur F-15E Strike Eagle milik Amerika Serikat ditembak jatuh oleh pasukan Iran dalam rangkaian operasi militer bersama AS-Israel sejak 28 Februari. Kedua awak pesawat berhasil melontarkan diri, namun situasi berkembang menjadi krisis ketika salah satu awak, perwira sistem persenjataan hilang selama lebih dari 24 jam.
Dilansir dari Gulf News, Minggu (5/4/2026), pilot berhasil diselamatkan dalam waktu singkat, sementara rekannya harus bertahan hidup di wilayah pegunungan terjal dengan perlengkapan sangat terbatas. Ia hanya membawa pistol dan alat komunikasi darurat, sembari menghindari patroli intensif pasukan Iran yang menyisir area tersebut.
Laporan menyebutkan bahwa pasukan Iran bahkan melibatkan bantuan warga lokal untuk mempercepat pencarian. Situasi ini menciptakan perlombaan waktu antara tim penyelamat Amerika dan pasukan Iran yang berusaha menangkap korban.
Mengapa Penyelamatan Pilot Sangat Krusial
Dalam doktrin militer Amerika Serikat, setiap insiden jatuhnya pesawat di wilayah musuh secara otomatis memicu misi Personnel Recovery. Misi ini memiliki dua prioritas utama: menyelamatkan awak dan mencegah teknologi sensitif jatuh ke tangan lawan.
Seperti dikutip dari laporan The New York Times, risiko jika personel tertangkap sangat tinggi. Mereka dapat dimanfaatkan untuk kepentingan intelijen, propaganda, bahkan sebagai alat tawar dalam negosiasi geopolitik. Seorang pejabat menggambarkan urgensi tersebut dengan menekankan bahwa "waktu adalah faktor paling kritis dalam operasi semacam ini."
Bagaimana Pilot Bertahan di Wilayah Musuh
Sebelum diterjunkan, seluruh awak udara AS menjalani pelatihan SERE (Survival, Evasion, Resistance, and Escape). Pelatihan ini dirancang untuk memastikan mereka mampu bertahan hidup dalam kondisi ekstrem.
Dalam kasus ini, perwira yang selamat memanfaatkan pelatihan tersebut dengan bersembunyi di medan sulit, bergerak secara hati-hati, dan menggunakan perangkat beacon serta komunikasi aman untuk berkoordinasi dengan tim penyelamat.
Kondisi malam hari juga menjadi keuntungan taktis. Militer AS dikenal memiliki dominasi dalam operasi malam melalui teknologi inframerah dan sistem pengawasan canggih, yang meningkatkan peluang evakuasi sekaligus mengurangi risiko terdeteksi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022