
Ilustrasi pelecehan seksual. (Freepik)
JawaPos.com–Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang kiai berinisial S di salah satu pondok pesantren di Pati mencuat. Sebanyak 30-50 santriwati disebut menjadi korban atas kasus kekerasan seksual tersebut.
Kuasa hukum korban, Ali Yusron, mengungkapkan bahwa hingga saat ini secara resmi baru ada delapan korban yang berani melaporkan kelakukan kiai S tersebut. Namun, keterangan saksi menyebut ada 30-50 korban dari S.
”Berdasar informasi yang kami himpun, korbannya lebih dari delapan orang. Sebagian besar berasal dari wilayah Rembang. Banyak yang belum berani bicara karena takut kualat kepada kiainya,” ujar Ali Yusron kepada wartawan seperti dikutip dari Radar Pati, Minggu (3/4).
Ali menerangkan, aksi bejat pelaku dilakukan dengan memanfaatkan otoritasnya sebagai guru di pondok pesantren tersebut. Pelaku diduga menanamkan doktrin ketaatan mutlak agar para korban tidak berani melawan maupun melapor. Hal ini pun sempat berhasil karena kasus pelecehan seksual sudah dilakukan sejak 2024.
”Modus operandinya adalah mendoktrin santri agar patuh dan taat kepada guru. Di bawah tekanan doktrin itulah, pelaku melakukan pelecehan seksual di berbagai tempat dan waktu yang berbeda-beda,” tutur Ali Yusron.
Ali menjelaskan, laporan terhadap S sebenarnya sudah muncul sejak awal 2024. Namun, kasus baru menunjukkan kemajuan yang signifikan setelah dia mendampingi para korban selama empat bulan terakhir.
Ironisnya, pondok pesantren tersebut selama ini dikenal memberikan pendidikan gratis bagi anak yatim piatu. Hal ini diduga karena adanya aliran dana dari donatur dan bantuan pemerintah setempat.
Ali menyayangkan kepercayaan orang tua yang menitipkan anak untuk dibina, justru disalahgunakan pelaku. Pihak penyidik Polresta Pati melaporkan telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi pesantren pada awal pekan ini.
Ali Yusron pun mendesak agar aparat penegak hukum memberikan perhatian khusus mengingat para korban adalah anak di bawah umur.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
