
H dan korban YTR.(Kalteng Pos/Facebook)
JawaPos.com - Tim dokter Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung tengah berjuang keras menyelamatkan YTR, 29, wanita yang menjadi korban penyekapan dan penyiksaan brutal selama dua tahun di Kabupaten Bandung. Guna memulihkan kondisi fisik korban yang mengalami kerusakan parah di bagian wajah, RSHS sampai harus menerjunkan tim khusus yang terdiri dari 40 dokter spesialis.
Direktur Utama RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Rachim Dinata Marsidi menuturkan, langkah medis darurat segera diambil setelah tim dokter memeriksa luka-luka yang menyebar di area kepala korban. Rachim menyebutkan, luka akibat penganiayaan brutal oleh tersangka Taufik Hidayat tersebut telah mengalami infeksi yang sangat hebat dan tidak mendapat penanganan awal yang layak.
"Kami melihat lukanya cukup banyak di daerah kepala dan infeksinya sangat hebat, bahkan boleh dikatakan belatung sudah ada. Kami segera melakukan operasi pembersihan luka dan menemukan bakteri yang cukup berat," jelasnya.
Baca Juga:Tren Perawatan Diri, Kini Tak Hanya Fokus pada Estetika tapi Kesehatan Menyeluruh dengan Teknologi
Demi memastikan proses pemulihan berjalan optimal, pihak RSHS kini memberlakukan isolasi ketat terhadap YTR. Korban untuk sementara waktu sama sekali tidak diizinkan untuk dijenguk oleh pihak luar guna menghindari kontaminasi kuman yang bisa menggagalkan rencana operasi lanjutan.
Rekonstruksi Wajah Bertahap Selama 3 Bulan
Mengingat kerusakan fisik yang dialami korban sangat masif, RSHS Bandung telah membentuk tim terpadu yang melibatkan puluhan ahli medis dari berbagai disiplin ilmu.
"Kami sudah membentuk tim yang terdiri dari 40 orang untuk menangani pasien. Mulai dari spesialis penyakit dalam, bedah mulut, bedah plastik, psikiater, psikolog, hingga ahli gizi. Kondisi tubuh pasien saat ini juga mengalami kekurangan gizi," ungkap Rachim.
Tim dokter merencanakan operasi rekonstruksi jangka panjang untuk mengembalikan fungsi organ wajah korban yang rusak parah, meliputi area mulut, hidung, hingga pipi. Penanganan medis ini diperkirakan akan memakan waktu yang cukup lama.
"Ini bukan operasi kecantikan, melainkan rekonstruksi untuk mengembalikan fungsi wajah agar bisa mendekati normal kembali. Prosesnya akan dilakukan bertahap dan memakan waktu kurang lebih lebih dari 3 bulan karena ada fraktur (patah tulang) di wajah yang memerlukan implan," tambah Rachim.
Mengingat kompleksitas operasi rekonstruksi wajah dan kebutuhan implan yang memerlukan biaya besar, pihak RSHS memastikan bahwa penanganan YTR telah mendapat dukungan penuh dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Lembaga Pelindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
