Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Agustus 2026 | 18.19 WIB

Menhut Raja Juli Pantau Karhutla Kalsel, Api Padam tapi Asap Lahan Gambut Masih Ada

Menhut Raja Juli Antoni didampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan lainnya memantau penanganan karhutla di kawasan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya. (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat) - Image

Menhut Raja Juli Antoni didampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan lainnya memantau penanganan karhutla di kawasan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya. (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)

JawaPos.com - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni turun langsung memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Penggalaman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (23/8). Dalam peninjauan tersebut, asap masih terlihat dari lahan gambut yang sebelumnya terbakar.

Meski kobaran api di permukaan sudah tidak tampak, proses pendinginan dan pemadaman tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

Raja Juli menjelaskan, lokasi yang ditinjau berada di area non-kawasan yang berbatasan dengan hutan lindung. Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 36 hektare.

Menurut dia, karakteristik lahan gambut membuat penanganan karhutla membutuhkan perhatian lebih. Api dapat bertahan di lapisan bawah tanah meskipun permukaan terlihat telah padam.

“Karena ini daerah gambut, memang tidak ada api di atas tapi dari bawah masih ada asap. Oleh karena itu pekerjaan ini harus dilakukan secara detail agar tidak ada muncul api lagi,” kata Raja Juli saat meninjau lokasi karhutla di Penggalaman, Kabupaten Banjar, Kalsel, Minggu (23/8).

Titik panas mengalami penurunan

Ia juga mengungkapkan perkembangan titik panas atau hotspot di Kalimantan Selatan. Berdasarkan data Sipongi, jumlah hotspot pada 21 Agustus 2026 tercatat sebanyak 157 titik.

Jumlah tersebut kemudian turun drastis menjadi 11 titik pada 22 Agustus pukul 21.00 WIB. Namun, pemantauan pada Minggu pagi pukul 06.00 WIB menunjukkan adanya peningkatan kembali menjadi 44 titik.

“Dari 157 turun menjadi 11, hari ini 44,” ungkapnya.

Puluhan hotspot tersebut terpantau berada di sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Tapin.

Ia menekankan, penurunan jumlah titik panas sebelumnya merupakan hasil dari operasi penanganan karhutla secara terpadu. Upaya tersebut melibatkan personel di darat serta dukungan operasi udara.

Editor: Edy Pramana
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore