Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23.28 WIB

Korem 091/Aji Surya Natakesuma Gelar Salat Istisqa Mohon Hujan Turun untuk Atasi Karhutla

Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) bersama ratusan personel TNI, Polri, dan masyarakat menggelar Salat Istisqa di Lapangan Makorem Samarinda. (ANTARA/HO-Diskominfo Samarinda) - Image

Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) bersama ratusan personel TNI, Polri, dan masyarakat menggelar Salat Istisqa di Lapangan Makorem Samarinda. (ANTARA/HO-Diskominfo Samarinda)

JawaPos.com - Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) bersama masyarakat menggelar Salat Istisqa di Lapangan Makorem Samarinda, Sabtu (29/8). 

Ibadah tersebut dilakukan sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang yang melanda Kalimantan Timur (Kaltim). Kondisi kemarau panjang meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kaltim.

Komandan Korem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul mengatakan Salat Istisqa menjadi bagian dari upaya menghadapi kondisi kekeringan. Menurutnya, ikhtiar menghadapi karhutla tidak hanya dilakukan melalui penanganan langsung di lapangan, tetapi juga melalui doa.

"Di samping aktivitas fisik di lapangan, kami juga berikhtiar memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa melalui doa. Salat Istisqa ini adalah bentuk permohonan agar diberikan kemudahan bagi personel di lapangan dan berharap hujan segera turun di wilayah Kaltim," kata Anggara.

Imbau Umat Beragama Lain Berdoa

Anggara juga mengajak masyarakat dari berbagai agama untuk melakukan ikhtiar spiritual sesuai dengan keyakinan masing-masing. Menurutnya, doa dapat menjadi bagian dari upaya bersama menghadapi dampak kemarau panjang.

Ajakan tersebut disampaikan seiring dengan meningkatnya kebutuhan untuk mengatasi kekeringan dan ancaman karhutla di Kaltim. Upaya penanganan di lapangan tetap berjalan, sementara masyarakat juga didorong untuk menjaga lingkungan dan menggunakan sumber daya air secara bijak.

Langkah Korem 091/ASN tersebut mendapat apresiasi dari Wali Kota Samarinda Andi Harun. Ia mengajak masyarakat di Kaltim memperkuat upaya penanganan kekeringan dengan pendekatan spiritual.

"Tidak semua bisa diupayakan hanya melalui tangan manusia. Tentu kita juga sangat membutuhkan pertolongan Tuhan,” ujar Andi Harun.

Samarinda Tetapkan Darurat Kekeringan

Andi Harun mengatakan Pemerintah Kota Samarinda telah menetapkan status darurat kekeringan selama 14 hari. Kebijakan tersebut diambil karena kondisi wilayah Samarinda telah memasuki fase siaga.

"Fokus utama pemerintah saat ini adalah krisis air bersih akibat menyusutnya Sungai Mahakam," ungkap Andi Harun.

Editor: Edy Pramana
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore