Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Agustus 2026 | 17.23 WIB

Berbagi Ruang dengan Macan Tutul Jawa, Bukan Cuma Jumlah Satwa Tapi Kelangsungan Ekosistem

Macan tutul Jawa. (ist) - Image

Macan tutul Jawa. (ist)

JawaPos.com – Sebanyak 51 individu Macan Tutul Jawa atau Panthera pardus melas teridentifikasi melalui Java-Wide Leopard Survey (JWLS) di Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Tapi, pemantauan ini bukan cuma soal jumlah, tapi bagaimana ekosistem tetap berjalan untuk menopang hidup mereka.

Dalam periode pamantauan Januari 2024 hingga Juni 2026, Peneliti mengidentifikasi 23 individu jantan, 24 betina, serta empat individu yang jenis kelaminnya belum dapat ditentukan. Kesemuanya terekam lewat 240 kamera pengintai yang dipasang pada 120 petak survei.

Perlu diketahui, Taman Nasional Gunung Halimun Salak merupakan salah satu habitat utama Macan Tutul Jawa. Adanya temuan 51 individu Macan Tutul Jawa bukan berarti pekerjaan konservasi telah selesai. Tapi justru menjadi tanggung jawab untuk keberlangsungan dan kelestarian Macan tutul Jawa.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak Didid Sulastiyo, mengungkapkan, ukuran keberhasilan pengelolaan kawasan bukan hanya apakah satwa masih dapat ditemukan hingga hari ini. Tetapi penjagaan habitat yang mampu menopang kehidupan mereka dalam jangka panjang sehingga terjaga kelestarian ekosistem dan keberlanjutannya. 

“Yang harus kami jaga adalah agar Taman Nasional Gunung Halimun Salak tetap menjadi rumah yang layak bagi mereka puluhan tahun ke depan. Itu berarti menjaga hutannya, koridornya, sumber pakannya, sekaligus memastikan setiap aktivitas di dalam dan sekitar kawasan mengikuti prinsip dan kaidah konservasi,” ujar Didid dalam keterangan tertulis, baru-baru ini.

Sementara itu, Direktur Yayasan SINTAS Indonesia Dr. Hariyo T. Wibisono, mengatakan, temuan 51 satwa macan tutul jawa menjadi informasi yang berharga. Tetapi konservasi tidak berhenti pada berapa individu yang berhasil terekam.

Nilai penting temuan tersebut bukan hanya terletak pada jumlah individu yang berhasil diidentifikasi. Tetapi juga  pengetahuan yang dapat digunakan untuk menentukan langkah konservasi berikutnya. 

“Yang lebih penting adalah apakah populasi ini dapat bertahan dalam jangka panjang. Itu bergantung pada kualitas habitat, ketersediaan mangsa, konektivitas antar-habitat, dan bagaimana berbagai tekanan terhadap kawasan dikelola,” ujar Dr. Hariyo.

Menjaga Koridor antara Halimun dan Salak

Menjaga konektivitas habitat menjadi bagian penting dalam konservasi Macan Tutul Jawa. Bukan hanya ruang jelajah yang luas tapi memungkinkan satwa bergerah dari satu habitat ke habitat lain juga perlu dijaga. 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore