
Ilustrasi gantung diri. (JawaPos)
JawaPos.com - Seorang WNA Australia berinisial SDJ, 57, diduga membunuh dua anaknya, ADS, 7, dan LKS, 4, sebelum akhirnya tewas gantung diri di Arca Bungalow, Legian, Kuta, Badung, pada Minggu (13/9).
Polresta Denpasar kini tengah mendalami motif dan rangkaian peristiwa tragis tersebut.
Dikutip dari Radar Bali (JawaPos Group), hasil pemeriksaan luar oleh Unit Identifikasi Polresta Denpasar menunjukkan adanya dugaan tindakan kekerasan fisik pada kedua tubuh bocah tersebut sebelum ditemukan meninggal dunia.
"Kedua anak tersebut diduga kuat tewas akibat dibekap dan dicekik sebelum sang ayah mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri," ujar Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo David Simatupang, dikutip Rabu (16/9).
Saat petugas mendatangi lokasi kejadian, SDJ ditemukan tergantung di terali besi jendela kamar menggunakan seutas kabel setrika berwarna putih.
Di dekat posisi SDJ, jasad kedua balita tersebut ditemukan dalam kondisi bertumpuk. Tubuh anak laki-laki berada tepat di atas jasad adik perempuannya.
Hingga saat ini, Tim Identifikasi Polresta Denpasar masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap secara utuh kronologi dan motif di balik tragedi di dalam bungalow tersebut.
Seluruh jenazah telah dievakuasi ke RS Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Sanglah Denpasar menggunakan ambulans BPBD dan PMI Kabupaten Badung.
Kepolisian juga telah bergerak cepat menghubungi istri korban serta berkoordinasi langsung dengan pihak Konsulat Australia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022