
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia
JawaPos.com - PT Garuda Indonesia (Persero) terus memperbaiki standar keamanan penerbangan sehingga angka keselamatan terus mengalami perbaikan dalam beberapa tahun terakhir. Ukuran keselamatan itu dilihat berdasarkan hitungan 1000 kali keberangkatan.
Direktur Operasional Garuda, Triyatno mengatakan, penilaian itu diberikan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).
Dia menjelaskan, frekwensi penerbangan Garuda Indonesia setiap harinya mencapai 630 kali, baik untuk domestik maupun internasional. Penilaian ICAO sangat mendorong peningkatan kualitas dari masakapai itu sendiri.
"Secara kualifikasi kita cukup tinggi. Kita melakukan training sesuai dengan ICAO. Ukuran safety berdasarkan per 1000 departure. Nah dari situ diharapkan tidak terjadi insiden," ujarnya di Jakarta, Selasa (23/1).
Berdasarkan data Garuda, sejak tahun 2015 rating tren insiden BUMN penerbangan itu tercatat sebesar 0,29 persen dari batas toleransi sebesar 0,72 persen. Kemudian pada 2016 tercatat sebesar 0,329 persen dari batas toleransi sebesar 0,7 persen dan pada 2017 tercatat sebesar 0,329 persen dari batas toleransi insiden sebesar 0,7 persen.
"Capaian sampai saat ini selalu di bawah batas toleransi. Artinya kita setengahnya," tuturnya.
Atas dasar itu, Triyatno menegaskan jika pihaknya selalu mengedepankan keselamatan penumpang dari setiap pelayanan penerbangannya. Hal itu dilakukan guna menyetarakan standar keselamatan bertaraf internasional.
"Kita sangat hati hati dan Prudent dalam penerbangan kita. Dari 200 ribu hanya terjadi insiden, bukan accident yang berlebihan. Lalu hal lain saya kira standard kita sebagai maskapai nasional selaku mensetarakan dengan rekan-rekan airline regional seperti Singapore Airlines, Thailand Airlines dan lainnya," jelas dia.
"Safety adalah jualan kita. Kalau sampai terganggu itu akan bermasalah buat kita. Karena dunia internasional memperhatikan safety," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022