’’Kami juga mengincar komunitas-komunitas lain seperti pengajian untuk menjadi agen kami. Saat ini, kami sudah mendapatkan 100 agen dan sebagian besar memang di Jatim,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gabungan Pengusaha (DPD GP) Jamu Jawa Timur Minarni Purnomo mengatakan, industri herbal masih mengalami kesusahan karena pandangan masyarakat. Pasalnya, obat herbal memang tak punya efek instan. Sedangkan masyarakat yang sudah terbiasa produk farmasi selalu mengharapkan efek yang instan.
Hal tersebut bahkan membuat produsen herbal yang nakal memasukkan senyawa kimia untuk efek yang instan. ’’Kalau minum jamu langsung terasa baikan, justru harus hati-hati. Karena bisa jadi produknya tak sepenuhnya herbal,’’ tegasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
