
ILUSTRASI. Embung yang jadi tempat wisata. (Istimewa)
JawaPos.com - Di Desa Pagar Dewa, Kecamatan Lubai Ulu, Sumatera Selatan, upaya menyelamatkan lingkungan justru membuka jalan bagi kebangkitan ekonomi. Embung yang dulu dibangun untuk menampung air demi mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini bertransformasi menjadi Danau Kemiri, destinasi wisata baru yang menggerakkan ekonomi warga.
Transformasi ini tak sekadar soal pariwisata. Bagi warga desa, Danau Kemiri adalah contoh nyata bagaimana aset lingkungan bisa diolah menjadi sumber penghidupan.
Sejak mulai dikembangkan pada 2024, kawasan danau mencatat sekitar 6.000 kunjungan wisatawan per tahun, menghasilkan rata-rata pendapatan Rp26 juta per bulan bagi kelompok pengelola desa.
Pendapatan itu tak hanya berasal dari tiket masuk, tapi juga dari usaha kecil warga: warung makan, penyewaan perahu, penjualan hasil kebun, hingga produk UMKM.
“Dulu kami khawatir soal kekeringan dan kebakaran. Sekarang, air yang dulu kami jaga justru memberi kehidupan,” kata Tukino, Kepala Desa Pagar Dewa melalui keterangannya.
Awalnya, embung ini dibangun sebagai bagian dari program mitigasi karhutla di wilayah Lubai Ulu. Setiap musim kemarau, minimnya sumber air membuat pemadaman api sulit dilakukan. Sejak berdiri, Danau Kemiri menyediakan hingga 22.500 meter kubik air untuk keperluan darurat, menjadi penopang vital bagi keamanan lingkungan.
Namun, warga kemudian melihat potensi lain. Area di sekitar embung perlahan dibenahi menjadi ruang publik. Anak muda desa menanam pohon, membangun gazebo dari bahan lokal, dan mulai mempromosikan keindahan danau di media sosial. Pemerintah desa ikut membantu menata kawasan, sementara kelompok tani menyiapkan produk dan atraksi lokal.
Hasilnya, ekonomi bergerak. Warung di tepi danau yang dulu sepi kini ramai dikunjungi wisatawan setiap akhir pekan. UMKM desa juga mulai berkembang, dari kuliner tradisional hingga kerajinan bambu.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengapresiasi semangat masyarakat menghidupkan Danau Kemiri. Ia menegaskan, PGN berperan sebagai mitra yang mendorong kemandirian dan kepemimpinan masyarakat dalam mengelola potensi desa.
Menurutnya, keberhasilan program tidak diukur dari besar kecilnya intervensi perusahaan, melainkan dari kemampuan masyarakat merawat dan mengembangkannya secara mandiri dan berkelanjutan.
"Danau Kemiri menjadi bukti bahwa ketika masyarakat diberi ruang, kepercayaan, dan dukungan yang tepat, mereka mampu menciptakan perubahan yang berdampak bagi ekonomi, budaya, dan ketahanan lingkungan," ujar Fajriyah.
Danau Kemiri kini menjadi contoh transformasi ekonomi berbasis sumber daya lokal. Konsep ini berbeda dari model pembangunan desa yang bergantung pada bantuan luar.
Di Pagar Dewa, warga mengambil alih pengelolaan langsung dan membentuk wadah bernama Rumpun Kemiri (Ruang Usaha, Minat, dan Pelatihan Danau Kemiri).
Rumpun Kemiri berfungsi sebagai koperasi sosial: menampung hasil usaha warga, melatih pelaku UMKM, hingga mengelola kegiatan budaya. Dari sini, desa mulai belajar mengatur keuangan, membagi hasil, dan menyiapkan regenerasi pengelola wisata.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
