Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Juni 2026 | 05.00 WIB

Kurs Mata Uangnya Sama-sama Lemah di Hadapan Dolar AS, Indonesia-Filipina Jajaki Skema Barter

Menteri Perdagangan, Budi Santoso saat memberikan pemaparan dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Menteri Perdagangan, Budi Santoso saat memberikan pemaparan dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Busan) mengatakan, Indonesia tengah menyiapkan kerja sama perdagangan dengan Filipina melalui skema barter sebagai alternatif transaksi di tengah tantangan nilai tukar (kurs) yang dihadapi kedua negara. Hal tersebut disampaikan Budi saat menanggapi terkait pelemahan rupiah terhadap perdagangan luar negeri di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), pekan lalu.

"Kita ada alternatif misalnya pakai barter. Nanti tanggal 12 (Juni) kita ketemu dengan pengusaha Filipina," ujar Budi, dikutip Senin (8/6).

Budi mengatakan, rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuannya dengan salah satu pengusaha Filipina di sela-sela pertemuan The ASEAN Joint Foreign and Economic Ministers (AMM-AEM) di Cebu, Filipina, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pengusaha tersebut selama ini menjadi importir produk Indonesia dan mengusulkan penggunaan mekanisme barter untuk mempermudah perdagangan.

Selain itu, Indonesia dan Filipina sama-sama mengalami pelemahan nilai tukar mata uang terhadap dolar AS. Usulan tersebut kemudian muncul sebagai alternatif baru.

Lebih lanjut, Kementerian Perdagangan telah menindaklanjuti usulan tersebut dengan mencarikan pembeli (buyer) yang sesuai. Ia menyebut buyer untuk kerja sama tersebut sudah ditemukan dan penandatanganan kontrak direncanakan berlangsung pada 12 Juni mendatang.

Meski belum mengungkapkan komoditas yang akan diperdagangkan dalam skema tersebut, Budi memastikan rincian kerja sama akan disampaikan saat penandatangan kontrak berlangsung.

Terkait dampak pelemahan nilai tukar terhadap harga pangan dan bahan baku impor, Budi mengatakan pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap distribusi dan pasokan untuk memastikan kebutuhan industri maupun masyarakat tetap terpenuhi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore