
PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) saat meresmikan pencatatan saham perdananya
JawaPos.com - Perusahaan start up PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) meresmikan pencatatan saham perdananya (Initial Public Offering/IPO) di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi emiten ke 30. Sehingga, total seluruh perusahaan tercatat di pasar modal menjadi 594 emiten.
Perusahaan melepas 166,67 juta saham di harga Rp 1.850 per saham, sehingga diprediksi akan meraup dana segar sekitar Rp 308 miliar.
Menteri Komunikasi dan informatika, Rudiantara mengatakan bahwa NFC merupakan perusahaan digital kedua yang melantai di bursa, meski belum berstatus sebagai Unicorn.
“Saya berharap Unicorn-Unicorn juga nanti akan masuk ke bursa,” ujarnya di gedung BEI Jakarta, Kamis (12/7).
Dalam debut perdananya, saham NFCX menguat 49,73 persen ke level Rp 2.770 dari harga penawaran Rp 1.850 per saham. Alhasil, saham perusahaan ke 30 yang melantai di BEI ini menyentuh batas atas auto-rejection.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Nyoman Yetna, menuturkan meski semakin banyaknya perusahaan yang masuk ke pasar modal Indonesia, namun pihaknya akan terus memonitor.
"Kami akan memonitor setiap hari perusahaan tercatat. Pesan kami, emiten harus terus berkomunikasi dengan publik dan harus menciptakan value creation," ujarnya.
Dari hasil IPO tersebut, dana segar dari hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi, sebesar 60 persen akan digunakan untuk peningkatan modal kerja, sebesar 30 persen untuk investasi, dan sisanya akan dialokasikan untuk human development.
Dalam aksi ini, Perusahaan pun menunjuk PT Kresna Sekuritas, PT Sinarmas Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter).
Sekadar informasi PT NFC Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha jasa teknologi informasi, digital, dan telekomunikasi. Saat ini, NFC Indonesia juga memilki beberapa jenis lini usaha yang berbasis teknologi untuk penjualan barang dan jasa.
Selain itu, perseroan pun mengembangkan teknologi berbasis pemindaian kode batang untuk membantu pelaku usaha khususnya dan masyarakat pada umumya untuk terjun memasuki gaya hidup digital yang mulai berkembang.
Sebelum IPO, saham NFC Indonesia dimiliki oleh PT Kresna Jubileum Indonesia sebesar 35 persen, PT Nusantara Teknologi Perkasa memegang 25 persen, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) memegang sebesar 20 persen, PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) memegang sebesar 10 persen, PT 1Inti Dot Com memegang sebesar 10 persen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Ketua Komisi II DPR usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Be'er Sheva: De Kaasboeren Terlalu Digdaya di AFAS Stadion
Prediksi Skor Wofoo Tai Po vs Lion City Sailors di ACL Two: Tim Singapura Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Gangwon FC vs Phnom Penh Crown: Misi Tuan Rumah Raih Kemenangan Perdana di ACL Two
Prediksi Skor BG Pathum United vs Adelaide United: The Rabbits Waspadai Ketajaman Wakil Australia
Prediksi Skor Sparta Prague vs Lillestrom: Železná Sparta Siap Menang Telak di epet ARENA
Prediksi Skor Tampines Rovers vs Machida Zelvia: Wakil Jepang Berpeluang Curi Tiga Poin di Singapura
Prediksi Skor Kuching City vs Kitchee: The Cats Incar Poin, Wakil Hong Kong Ingin Beri Perlawanan
Prediksi Skor Celje vs Omonia: The Shamrock Jaga Mimpi Lolos ke 32 Besar

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022