
Peluncuran Soemitro Center yang akan menjadi museum sekaligus pusat kajian pemikiran Prof Soemitro Djojohadikusumo. (Istimewa)
JawaPos.com - Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo merupakan Guru Ekonomi Agung dalam sejarah Republik Indonesia (RI). Pemikiran-pemikirannya terus dikaji para ilmuwan ekonomi saat ini. Ke depannya, pemikiran Soemitro Djojohadikusumo dikaji dalam pusat studi yang bernama Soemitro Center. Tidak hanya sebagai tempat kajian, Soemitro Center juga menjadi museum.
Kehadiran Soemitro Center untuk menggali pemikiran Prof Soemitro Djojohadikusumo yang dinilai sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini. Apalagi saat ini maraknya ekonom-ekonom muda terpapar pemikiran-pemikiran tentang globalisasi, liberalisasi, neoliberal, dan kapitalisme.
”Kami ingin membumikan pemikiran Profesor Soemitro. Karena pemikiran beliau relevan dengan situasi dunia hari ini, dimana dunia berubahnya dramatis sekali. Amerika yang melakukan globalisasi, tiba-tiba menarik diri. Dalam 100 tahun terakhir, kita belum pernah melihat perubahan secepat ini,” kata Chairman Soemitro Center Harryadin Mahardika dalam keterangannya, Minggu (1/6).
Pemikiran Prof Soemitro Djojohadikusumo memang sangat maju pada masanya. Tokoh nasional yang lima kali menjabat sebagai menteri di era Orde Lama dan Orde Baru itu mengawinkan antara integritas, patriotisme, dengan disiplin ilmu ekonomi yang dikuasainya.
Menurut Harryadin, pemikiran Profesor Soemitro sangat dinamis tidak terjebak dengan dogma ataupun doktrin statis. Pemikirannya penuh strategi terkait madzhab ekonomi yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia.
Hal itu dibuktikan dengan Soemitro menunjukkan keberpihakan terhadap pasar domestik, pro terhadap pelaku ekonomi mikro dan UMKM, dan juga pro terhadap kemandirian dan independensi serta mengembangkan tangga industri sendiri.
Dalam sejumlah langkahnya, Soemitro menggabungkan mazhab ekonomi. Dia cukup terbuka akan investasi, modal asing, transfer teknologi, hingga membuka diri terhadap impor dan ekspor. Sebuah strategi yang terbuka namun adaptif dengan tantangan yang sedang dihadapi.
"Saat itu dunia menuju integrasi ekonomi yaitu globalisasi. Globalisasi menjadi jargon utama. Tapi sekarang tahun 2025 ini, kita mengalami episode sejarah yang berbeda. Kita berada di situasi dimana semua negara menjadi selfish. Sekarang negara ingin mengurus dirinya sendiri, tidak lagi mau memberikan peluang bagi negara lain,” papar Harryadin.
Dia juga mengatakan, pemikiran Profesor Soemitro sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Dia pun mencontohkan terkait dengan program Makan Bergizi Gratis yang dianggap sangat sosialis. ”Ini bisa dibilang kembali kepada ajaran dan pemikiran Profesor Sumitra bahwa tugas utama negara adalah menjadi agen distribusi kekayaan kepada rakyatnya. Jadi ukuran keberhasilan negara apabila bisa mendistribusikan kekayaan secara merata dan adil kepada rakyatnya," paparnya.
"Saat ini Indonesia masih belum punya roadmap agar negara ini mendistribusikan kekayaannya. Saya rasa Presiden Prabowo melihat bahwa negara harus semakin berani dan agresif dalam perannya,dalam mendistribusikan kekayaan negara kepada masyarakat, terutama masyarakat paling bawah supaya kesenjangan semakin turun dan tujuan bernegara dapat tercapai,”imbuh Harryadin.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
