
Kereta Cepat Whoosh di Depo KCIC Tegalluar, Bandung, Jawa Barat, Senin (29/7/2024). tak semua warga mendukung perpanjangan rute kereta cepat menjadi Jakarta-Surabaya. (dok. Jawa Pos/Miftahul Hayat)
JawaPos.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya kesehatan PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) dalam proses penyelesaian utang Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
"Intinya, KAI harus tetap sehat. Mereka tidak hanya mengurus kereta cepat, tapi juga bertanggung jawab atas seluruh jaringan perkeretaapian nasional," ujar AHY, dikutip Selasa (21/10).
AHY menyampaikan dengan jaringan rel yang membentang ribuan kilometer di berbagai wilayah Indonesia, KAI memikul tanggung jawab besar dalam memastikan seluruh jalur berfungsi optimal dan layanan penumpang tetap nyaman.
Ia menekankan bahwa perhatian terhadap kereta cepat tidak boleh mengesampingkan kebutuhan dasar transportasi publik yang diakses jutaan masyarakat setiap hari.
AHY menyampaikan bahwa pihaknya telah beberapa kali mengundang Danantara, Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, serta jajaran Direksi KAI dan KCIC untuk membahas skema penyelesaian utang KCIC.
Meski belum ada keputusan final, AHY menyebut sejumlah opsi sedang dikaji, termasuk kemungkinan penanganan prasarana oleh pemerintah maupun pengambilalihan oleh Danantara.
AHY mengatakan proses ini masih berlangsung dan akan disampaikan kepada publik pada waktunya. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin menciptakan polemik antara pihak swasta, BUMN, dan pemerintah terkait masalah utang KCIC ini.
Total investasi proyek KCIC mencapai sekitar USD 7,27 miliar atau setara Rp 120,38 triliun. Sekitar 75 persen dari nilai proyek tersebut dibiayai melalui pinjaman dari China Development Bank (CDB) dengan bunga 2 persen per tahun.
Hingga kini, terdapat dua opsi penyelesaian utang yang tengah dikaji, yakni pelimpahan kepada pemerintah atau penyertaan dana tambahan ke PT KAI. Namun, pemerintah tetap mendorong agar Danantara mengambil peran utama dalam skema pembayaran.
PT KAI merupakan salah satu anggota konsorsium BUMN yang membentuk PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). PSBI adalah pemegang saham mayoritas di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), perusahaan patungan Indonesia-China yang mengelola proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
