
Aktivitas sejumlah penumpang di Terminal 1C, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (12/11/2025). Belanja publik tercatat tumbuh, termasuk untuk mobilitas. (Hanung Hambara/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Pemulihan ekonomi nasional memasuki babak yang kian meyakinkan. Laporan terbaru dari Office of Chief Economist Bank Mandiri mengungkap bahwa konsumsi rumah tangga terus menunjukkan penguatan signifikan menjelang tutup tahun 2025.
Fokus kebijakan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga daya beli dan stabilitas domestik dinilai mulai membuahkan hasil di lapangan.
Dalam laporan yang dikutip Rabu (19/11), Bank Mandiri mencatat belanja masyarakat tetap tumbuh solid meski kondisi global masih penuh ketidakpastian.
Antusiasme publik menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendorong peningkatan aktivitas konsumsi di berbagai sektor.
Bahkan, Mandiri Spending Index (MSI) tercatat menguat 1,7 persen secara mingguan dan mencapai level 308,1 pada 9 November 2025. Kenaikan ini menjadi catatan penting karena telah berlangsung selama 10 pekan berturut-turut sejak awal September.
“Tren belanja yang terus menguat menunjukkan daya beli masyarakat tetap solid menjelang libur akhir tahun,” tulis tim ekonom Bank Mandiri dalam laporannya.
Selanjutnya, dorongan konsumsi semakin terlihat dari tumbuhnya mobilitas masyarakat. Belanja pada kelompok mobilitas naik 2,3 persen secara mingguan, terutama dari lonjakan pembelian tiket kereta yang meningkat 3,5 persen.
Bahkan, aktivitas perjalanan domestik yang kembali menggeliat menjadi sinyal bahwa sektor konsumsi berbasis mobilitas mulai hidup kembali dan berkontribusi besar pada perputaran ekonomi.
Selain konsumsi yang menguat, ruang finansial masyarakat juga menunjukkan perbaikan. Indeks tabungan kelompok masyarakat bawah naik menjadi 74,7, mencatat kenaikan pertama dalam delapan bulan terakhir.
Peningkatan ini menandakan bahwa tekanan harga perlahan mereda dan kapasitas menabung mulai pulih.
Sementara kelompok menengah-atas mencatat penurunan tabungan yang minimal, keseluruhan tren ini mengonfirmasi stabilitas konsumsi yang terjaga di seluruh lapisan masyarakat.
Dalam situasi global yang masih dibayangi ketidakpastian soal kebijakan suku bunga dunia, indikator domestik justru memberikan angin segar.
IHSG pada 17 November ditutup menguat 0,55 persen, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia turun menjadi USD 424,4 miliar pada kuartal III-2025.
Kemudian, kurs rupiah stabil di kisaran Rp 16.700 per USD. Sehingga deretan indikator tersebut memperkuat sinyal stabilitas ekonomi nasional.
Dengan konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, tren penguatan belanja ini semakin memperbesar peluang ekonomi nasional tetap berada di jalur positif.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
