
Layar menampilkan pergerakan IHSG saat penutupan perdagangan PT Bursa Efek Indonesia Tahun 2025 di Jakarta, Selasa (30/12/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore, ditutup melemah seiring meningkatnya risiko tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di kawasan Timur Tengah.
IHSG ditutup melemah 2,31 poin atau 0,03 persen ke posisi 8.271,77. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,99 poin atau 0,12 persen ke posisi 835,28.
“Jelang akhir pekan, IHSG di zona melemah seiring sentimen eksternal," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Dari mancanegara, bursa kawasan Asia melemah di tengah peningkatan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah.
Pelaku pasar mempertimbangkan risiko geopolitik, yang mana ketegangan antara AS dan Iran meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menetapkan tenggat waktu 10-15 hari untuk pembicaraan kesepakatan nuklir.
Nico mengatakan, pelaku pasar menilai tindakan Trump terkait tenggat waktu tersebut, memberikan indikasi bagaimana AS menekan Iran dalam perundingan.
Pada saat sama, AS telah mengerahkan militer terbesar di kawasan Timur Tengah sejak invasi Irak tahun 2003, yang meningkatkan prospek operasi lebih luas dan berkelanjutan.
Dengan demikian, peristiwa ini meningkatkan risiko bahwa konflik AS dan Iran dapat mendorong Iran untuk membatasi lalu lintas melalui Selat Hormuz, koridor penting untuk ekspor minyak mentah dari kawasan tersebut.
Trump memperingatkan Teheran untuk mencapai kesepakatan tentang program nuklirnya atau menghadapi konsekuensi, sementara Iran mengisyaratkan potensi pembalasan terhadap pangkalan AS jika diserang.
Dari dalam negeri, pemerintah Indonesia dan AS resmi menandatangani draft kesepakatan tarif AS sebesar 19 persen, yang diwakili dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia bersama bersama Perwakilan Dagang AS.
Draft kesepakatan tentunya akan memberikan kepastian para pelaku usaha dan investor, namun di sisi lain belum ada penjelasan resmi kapan kesepakatan tarif tersebut berlaku.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat dimana sektor keuangan paling tinggi yaitu 1,27 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor industri yang naik masing-masing 0,84 persen dan 0,58 persen.
Sedangkan enam sektor terkoreksi yaitu sektor barang konsumen primer turun paling dala minus sebesar 1,43 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor transportasi & logistik yang turun masing-masing 1,03 persen dan 1,00 persen.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
