
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Pemerintah memastikan belum akan melakukan perubahan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) meskipun terjadi kenaikan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Februari 2026 sebesar USD 68,79.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa rata-rata harga minyak mentah Indonesia dinilai belum memberi tekanan besar terhadap fiskal negara. Ia menegaskan bahwa kondisi APBN saat ini masih cukup kuat untuk menghadapi dinamika harga energi global.
“Apakah pemerintah akan segera mengubah APBN-nya? Belum, karena kalau dari sini sampai kemarin masih rata-rata 68,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Rabu (11/3).
Baca Juga:6 Cara Membuat Bubur Sumsum untuk Menu Takjil, Manis Legit dengan Tekstur Lembut yang Gurih
Menurut dia, posisi tersebut menunjukkan bahwa kondisi fiskal Indonesia masih berada dalam jalur yang aman. Pemerintah juga menilai belum ada urgensi untuk melakukan penyesuaian asumsi makro dalam APBN saat ini.
“Artinya apa? Kita masih bagus bisanya. Nanti kalau ke depan keadaan menekan lagi, kita akan tentunya mengatur APBN, tapi kita semua berawal dari posisi yang kuat APBN-nya,” lanjutnya.
Purbaya menekankan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kondisi fiskal nasional. Pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak dunia dan dampaknya terhadap perekonomian domestik. “Jadi teman-teman gak usah khawatir," tegasnya.
Di sisi lain, pemerintah juga terus mengawasi kinerja sektor energi. Upaya optimalisasi lifting minyak dan gas bumi (migas) tetap dilakukan guna menjaga stabilitas penerimaan negara dari sektor energi.
"Optimalisasi lifting migas terus dipantau guna menopang kesinambungan kinerja sektor energi dan memperkuat ketahanan fiskal nasional ke depan," tukasnya.
Sebelumnya, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) kembali menguat pada Februari 2026. Pemerintah menetapkan rata-rata ICP sebesar USD 68,79 per barel, naik USD 4,38 dibandingkan Januari 2026 yang berada di level USD 64,41 per barel.
Penetapan tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 115.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Februari 2026.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
